Senin, 20 Mei 2024

Hari Jadi ke-47, ASDP Tekankan Standar Pelayanan Tinggi dan Digitalisasi

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menargetkan diri untuk menghapuskan segala bentuk kecurangan di dalam operasional secara total pada tahun ini. Kecurangan yang dimaksud seperti pungutan liar, penurunan golongan, hingga penyalahgunaan aset perseroan. Hal ini ditekadkan karena ASDP telah menginjak usia pelayanan ke-47 tahun.

Selain menghindari kecurangan, Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi juga menekankan dua perilaku lain yang patut ditingkatkan selama 2020, yakni keamanan dan pelayanan yang prima, serta efektivitas finansial.

“Ada tiga perilaku utama yang kami pastikan harus diperkuat dalam 2020, yang pertama ada zero fraud, yang kedua safety and services excellence, yang ketiga financial effectiveness,” kata Ira.

Untuk memaksimalkan itu semua, ASDP menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp 1,6 triliun pada tahun ini. Rencananya dana tersebut akan dilakukan untuk membeli 11 kapal jenis Ro-Ro, revitalisasi pelabuhan, dan digitalisasi tiket.

Ira mengatakan, anggaran tersebut paling besar akan dipakai untuk penambahan armada.

“Dalam 5 tahun, ASDP memerlukan 54 kapal dengan kebutuhan dana Rp1,8 triliun. Namun tahun ini ASDP akan membeli 11 armada baru,” ujarnya.

Untuk dalam negeri, ASDP berfokus pada pembelian kapal, yakni 54 kapal hingga lima tahun ke depan dan 11 kapal tahun ini, kemudian revitalisasi pelabuhan (Ketapang, Gilimanuk, Ketapang, Kayangan, Padangbai dan Lembar) serta digitalisasi di empat pelabuhan (Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk).

Per 1 Maret kemarin, pembelian tiket go show atau beli di tempat telah ditiadakan dan diganti dengan reservasi online. Ira menuturkan, dengan reservasi online, pada saat lebaran nanti sudah tidak ada lagi puluhan orang mengantre berkilo-kilo meter, berjam-jam karena reservasi online. Selain memudahkan penumpang, hal itu juga dapat memudahkan perusahaan untuk menentukan manifes sebelum perjalanan.

“ASDP juga akan melakukan revitalisasi di semua pelabuhan yang dikelola ASDP, dengan lama pengerjaan selama 1 tahun. Selanjutnya, ASDP akan melakukan digitalisasi pembelian tiket, sebab masih ada beberapa pelabuhan yang masih menjual tiket secara manual,” lanjut Ira.

Proses digitalisasi ini perlu dilakukan secara bertahap, sebab ada 35 pelabuhan dengan 45 lintasan. Targetnya, proses digitalisasi ini akan rampung dalam waktu 1,5 tahun.

ASDP juga bersiap mengekspansi diri lewat rute internasional di tahun ini, yakni Kalabahi di Nusa Tenggara Timur dan Dili, Timor Leste sebagai salah satu prospek bisnis yang akan dibidik perseroan.

“Potensi rute luar negeri tersebut sangat besar karena banyak warga Timor Leste yang bepergian ke NTT untuk menghadiri upacara keagamaan,” katanya.

Sementara, ASDP juga sangat tertarik untuk menjajaki rute internasional lainnya yakni Dumai-Malaka. Kendati potensinya besar, namun menurut Ira saat ini untuk pelabuhan Malaysia belum siap.

Sepanjang tahun lalu, ASDP mencatatkan pendapatan hingga Rp3,2 triliun dengan laba bersih sebelum diaudit mencapai Rp351 miliar. Jika dibandingkan tahun 2018, ASDP bisa meraup pendapatan untuk penumpang penyeberangan pada tahun 2019 secara total naik sekitar 14%.

Sumber: Kontan.co.idASDP Indonesia Ferry

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU