Jumat, 1 Maret 2024

Paket Wisman Suguhkan Story Telling Borobudur

ads-custom-5

Yogyakarta, BUMNinfo | Kementerian Pariwisata bersama Tim Storytelling – Prodi S2/S3 Kajian Pariwisata Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, siap memancing wisatawan mancanegara (wisman). Caranya, dengan menyuguhkan kemewahan budaya di Indonesia melalui Storytelling. Salah satunya dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Storytelling Pengembangan Heritage Tourism di kawasan Candi Borobudur. Kegiatan ini digelar Hotel Pesona Malioboro, Yogyakarta, Rabu 22 Mei 2019.

FGD ini menghadirkan narasumber Hendrie Adji Kusworo sebagai Koordinator Tim – Prodi S2/S3 Kajian Pariwisata Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Tim Penyusun Storytelling Borobudur Tri Kuntoro Priyambodo, dan Tendi Nuralam Ketua Tim Percepatan Wisata Sejarah Religi Tradisi Seni dan Budaya Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Dalam buku storytelling ini, ada delapan narasi yang dituliskan pada Legenda Borobudur. Yaitu Mengarungi Lautan: Kejayaan Maritim Nusantara, Mitos dan Sakralitas: Cerita Rakyat dan Ritual, Pustaka Teknologi dan Pengetahuan Alam, Berjalan dalam Waktu: Rekonstruksi Borobudur, Alam Nusantara: Flora dan Fauna, Tanah Jawa: Geologi dan Area Kawasan Candi, Makhluk Astral dan Surgawi, dan Spiritual Travel: Karma dan Kejayaan Siklus Hidup yang dapat diwujudkan menjadi tema perjalanan di Kawasan Candi Borobudur.

Penulisan manuskrip ini merupakan kegiatan lanjutan dari serangkaian kegiatan praseminar dan seminar tentang Legenda Borobudur yang dilaksanakan di Magelang dan Yogyakarta. Keseluruhan kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Kemenpar dan Program Studi S2/S3 Kajian Pariwisata, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada (UGM).

Legenda Borobudur berdimensi luas baik sejarah, filsafat, arkeologis, arsitektural, sosial, ekonomi, tradisi, mitos, cerita rakyat bahkan misteri, “cerita burung” dan imajinasi. Meskipun penulisan manuskrip ini tidak menyangkut keseluruhan dimensi tersebut, diharapkan dapat memberikan gambaran tentang potensi sumber daya kepariwisataan Borobudur dan tantangan dalam memanfaatkannya.

Bukan saja dari manuskrip ini dapat dikembangkan narasi-story telling tentang “sesuatu di balik sesuatu” untuk meningkatkan kualitas pengalaman berwisata. Tetapi juga skim inovatif untuk mempercepat pengintegrasian kegiatan pemanfaatan dan pelestarian warisan budaya.

Sumber: bumn.go.id

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU