Senin, 15 Juli 2024

2 BUMN dan Incheon Korsel Kelola Bandara Hang Nadim Batam

ads-custom-5

Jakarta, BUMN INFO l Konsorsium PT Angkasa Pura I (Persero), Incheon International Airport Corporation (IIAC), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk berhasil memenangkan lelang seleksi pengadaaan badan usaha pelaksana proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. Hal tersebut berdasarkan pengumuman panitia pada Jumat (19/3/2021) melalui website BP Batam www.bpbatam.go.id.

Dengan kemenangan ini, masa pengelolaan akan berlangsung selama 25 tahun. Angkasa Pura I meraih peringkat I dengan poin 100, unggul dari peserta konsorsium yang terjaring dari proses panjang seleksi, yaitu Konsorsium Batam yang terdiri dari PT Angkasa Pura II (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Egis Project S.A, dan Engie South East Asia Pte Ltd. 

“Kemenangan Konsorsium Angkasa Pura I dalam seleksi pengelola Bandara Hang Nadim ini merupakan milestone penting bagi perusahaan di mana hal ini merupakan pertama kalinya perusahaan memenangkan persaingan di antara para pelaku kunci industri bandar udara lainnya, baik nasional maupun global, untuk mengelola bandara potensial,” kata Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi dalam keterangan resmi, Minggu (21/3/2021).

Dengan dimenangkannya lelang pengelolaan Bandara Hang Nadim ini, otomatis menambah portofolio dan jaringan pengelolaan bandara perusahaan, sehingga total bandara yang dikelola Angkasa Pura I menjadi 16 bandara. Angkasa Pura I akan bertanggung jawab dalam hal manajemen operasional dan komersial secara umum. Sementara itu, IIAC memiliki kewajiban dan tanggung jawab dalam hal pemasaran dan strategi pengembangan bandara secara umum.

Sedangkan, WIKA selaku BUMN bidang konstruksi yang terintegrasi dengan industri pendukungnya memiliki tanggung jawab dalam hal manajemen infrastruktur bandara. Bandara Hang Nadim akan dikembangkan untuk menjadi hub destinasi penerbangan yang lebih luas dan hub logistik serta kargo di wilayah barat Indonesia.

Potensi Bandara Hang Nadim menjadi hub atau pusat logistik dan kargo ini didasarkan atas beberapa keunggulan kompetitif, seperti lokasinya yang terletak di kawasan free trade zone yang cukup strategis di regional Asia Tenggara, berdampingan dengan pelabuhan kargo dan kawasan industri, serta memiliki runway terpanjang di Indonesia sepanjang 4.025 meter.

Luas area yang akan dikelola oleh pemenang tender seluas kurang lebih 350 Ha. Pemenang lelang akan melaksanakan perbaikan terminal 1, pembangunan terminal 2, serta mengoperasikan fasilitas runway dan gedung kargo.

 

Sumber: liputan6.comberitasatu.com

Foto: asset.kompas

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU