Senin, 15 April 2024

Pelni Maksimalkan Layanan Angkutan Barang Selama Pandemi

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | Masih diimpit pandemi Covid-19, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni harus menyesuaikan operasionalnya. Direktur Utama Pelni Insan Purwarisya mengatakan pihaknya juga masih akan memaksimalkan angkutan kargo selama adanya pembatasan layanan penumpang saat pandemi.

 

Pelni akan menyiapkan kapal dalam keadaan standby ke berbagai tujuan dari Medan sampai Jayapura untuk mendukung agar distribusi barang tetap berjalan.

 

Menurut Insan, masih ada sisi positif bagi perusahaan, karena tak hanya mengangkut penumpang kapal Pelni juga memiliki kemampuan angkutan barang juga.

 

“Angkutan barang kami optimalkan untuk barang dari Jakarta ke Jayapura dan Jakarta ke Medan agar distribusi berjalan,” kata Insan.

 

Dalam operasionalnya, Insan menegaskan Pelni tidak hanya harus menjaga profit secara finansial. Terlebih, saat pandemi Covid-19, tak banyak penumpang yang bisa diangkut dan bnyaknya pelabuhan yang tak dibuka saat pandemi.

 

Kondisi tersebut menurut Insan menjdi tantangan tersendiri sebab Pelni juga memiliki tanggung jawab lain.

 

“Kami juga harus mencari profit nonfinansial. Pelni di sisi lain juga harus tetap menjga distribusi dan kebutuhan di timur dana,” jelas Insan.

 

Misalnya, saat pandemi Covid-19, Pelni sempat menghentikan operasional kapal dari Butung ke arah timur Indonesia. Tak lama setelah itu, di wilayah timur Indonesia kesulitan ketersediaan sayur mayur dan bahan pokok lainnya. Bahkan berdasarkan penuturan Insan, harga telur sempat melonjak. Satu butirnya bisa mencapai Rp 10 ribu karena tidak ada kapal berlayar untuk memasok kebutuhan pokok.

 

Maka dari itu, Pelni segera meminta izin kepada Kementerian Perhubungan untuk menjalankan kapal penumpang ke wilayah timur. Insan menegaskan, kapal yang dioperasikan Pelni diisi dengan barang dan setelah itu harga kebutuhan pokok di wilayah timur Indonesia berangsur normal.

 

“Ke depan ini (angkutan kargo) bisa menjadi pilar karena kalau penumpang kami kalah dengan Pak Irfan (Direktur Utama Garuda Indonesia). Ke Makassar dari Jakarta butuh dua hari, pesawat mungkin hanya hitungan jam,” tutur Insan.

 

Berdasarkan catatan, angkutan barang telah menjadi bagian dari upaya transformasi yang akan dilakukan Pelni, terutama sejak 2016 BUMN tersebut mendapat PMN untuk membeli kapal barang untuk dijalankan pada Program Tol Laut.

 

Sumber: Akurat.coRepublika

Foto: ANTARA/Moch. Asim

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU