Minggu, 21 Juli 2024

Pusri Salurkan Pupuk Urea Bersubsidi 500 Ribu Ton Lebih di 10 Provinsi Indonesia

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) atau Pusri menyalurkan pupuk urea bersubsidi sebanyak 518.647,75 ton dan pupuk NPK 56.655,15 ton ke petani yang tersebar di 10 provinsi .

 

Manager Hubungan Masyarakat PT Pusri Soerjo Hartono menyatakan, Pusri tetap menjalankan penugasan negara tersebut di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

 

“Pusri tetap menjalankan komitmen dalam menyalurkan pupuk sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, yakni diminta turut menjaga ketersediaan stok dan bahan pokok di tengah pandemi,” ungkapnya.

 

Pusri menjadi penyalur pupuk bersubsidi yang bertanggung jawab di wilayah meliputi Provinsi Sumatera Selatan, Lampung, Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Tengah (kecuali Kabupaten Brebes, Tegal, Kota Tegal dan Pemalang), Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

 

Sementara untuk wilayah penyaluran pupuk NPK bersubsidi meliputi Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Jambi (Kabupaten Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur dan Kota Jambi).

 

Dalam melakukan pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi ini, Pusri berpegang teguh pada ‘Prinsip 7 Tepat’, yaitu tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat mutu. Prinsip ini berlaku di semua tingkatan jalur distribusi sampai ke tingkat petani.

 

Ia menambahkan, walaupun saat ini Palembang sedang mempersiapkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun perusahaan menjamin keadaan tersebut tidak akan mempengaruhi kinerja pendistribusian pupuk ke petani.

 

Saat ini stok urea bersubsidi mencapai angka 227.776,11 ton atau 579 persen dari ketentuan pemerintah. Sedangkan, pupuk NPK bersubsidi mencapai 10.849,60 ton atau 367 persen dari ketentuan.

 

Dengan jumlah stok di atas 300 persen ini, dapat dijadikan indikator kesiapan Pusri dalam memenuhi dan menjamin kebutuhan petani jelang musim tanam kedua, yang berlangsung pada Bulan Mei hingga Juni mendatang.

 

Hal ini juga merupakan bentuk antisipasi terhadap pemberlakuan aturan PSBB di wilayah rayon penyaluran pupuk bersubsidi PT Pusri Palembang agar tidak terjadi kelangkaan pupuk di lapangan.

 

“Dengan stok yang berlimpah ini, petani tidak perlu khawatir kekurangan stok pupuk dalam situasi seperti saat ini, karena stok cukup hingga 3 (tiga) bulan ke depan,” pungkas Soerjo.

 

Sumber: AntaranewsRepublika

Foto: Istimewa

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU