Jumat, 21 Juni 2024

KBI Gandeng Aprindo untuk Dorong Pemanfaatan Sistem Resi Gudang

ads-custom-5

PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI menggandeng Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dalam pemanfaatan Sistem Resi Gudang (SRG) di Indonesia. Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari peran KBI untuk terus meningkatkan pemanfaatan SRG sehingga mendorong pemanfaatan gudang-gudang yang dimiliki oleh para anggota Aprindo.

Pemanfaatan SRG diharapkan dapat menumbuhkan sentra komoditas, yang pada akhirnya akan meningkatkan volume barang yang diregistrasi ke SRG.

“Sebagai negara yang memiliki luas wilayah yang besar dan memiliki banyak komoditas, sudah selayaknya pemanfaatan Resi Gudang bisa tumbuh,” kata Fajar melalui siaran pers, Sabtu (21/8/2021).

Sementara itu, Ketua Umum Aprindo Roy N Mandey mengatakan, kerja sama ini diharapkan dapat mendorong anggota Aprindo untuk tidak hanya menjadi off taker atau standing buyer, tapi juga menjadi pengelola gudang SRG.

“Dengan menjadi pengelola gudang SRG, maka anggota Aprindo bisa mendapatkan barang, dan pada akhirnya masyarakat akan mendapatkan harga yang lebih baik. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan barang, kestabilan harga, dan konsumsi,” kata dia.

Sebagai catatan, sepanjang tahun 2020, jumlah Resi Gudang yang diregistrasikan mencapai 428 RG dari 8 komoditas dengan volume 9.593.717 kg senilai Rp 200,78 miliar. Sedangkan di tahun 2021, sepanjang semester I jumlah Resi Gudang yang telah diregistrasi mencapai 230 RG. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 49 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2020, di mana Resi Gudang yang diregistrasi mencapai 154 RG.

Dari sisi jumlah komoditas, sepanjang semester I-2021, jumlah komoditas yang masuk resi gudang mencapai 10 Komoditas. Sedangkan diperiode yang sama di tahun 2020, jumlah komoditas yang masuk resi gudang mencapai 6 Komoditas. Sementara dari sisi volume barang, sepanjang semester I-2021 total volume komoditas yang diresigudangkan mencapai 5,5 juta kg, atau meningkat sebesar 44 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2020 dimana tercatat sebanyak 3,8 juta Kg.

Sedangkan dari sisi nilai barang, sepanjang semester I-2021 total nilai barang yang diregistrasikan ke resi gudang mencapai Rp 170,9 miliar, meningkat 124 persen dibandingkan semester I 2020 dimana nilai barang yang diresigundangkan mencapai Rp 76,18 miliar.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengungkapkan, apa yang dilakukan KBI dan Aprindo adalah langkah awal untuk memantapkan sinergi dan kolaborasi dalam hal pemanfaatan Resi Gudang.

“Keduanya memiliki posisi stategis, Aprindo di retail dan KBI adalah Pusat Registrasi Resi Gudang. Apa yang dilakukan KBI dan APRINDO ini tentunya sejalan dengan yang dijalankan Kementerian Perdagangan untuk terus meningkatkan pemanfaatan SRG,” ungkap Jerry.

Sumber: Kompas.com

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU