Jumat, 24 Mei 2024

Laba BNI di Februari Meningkat 22,3% Menjadi Rp 2,58 Triliun

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI berhasil meraup laba bersih Rp 2,58 triliun pada periode Januari-Februari 2020. Berdasarkan catatan, laba bersih BNI tumbuh sebesar 22,27 persen dibandingkan periode yang sama di 2019 yakni sebesar Rp 2,11 triliun

 

Direktur Tresuri dan Internasional BNI, Putrama Wahju Setyawan menyatakan kabar ini lewat keterangan pers. Menurutnya, pencapaian ini membuat perseroan berbahagia.

 

“Pencapaian ini cukup mengembirakan karena lebih tinggi dibandingkan dengan laba bersih industri perbankan yang hanya tumbuh 8,25 persen dan Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) IV yang tumbuh 19,08 persen di Januari 2020,” kata Putrama.

 

Ia menguraikan, peningkatan laba bersih BNI didongkrak oleh kenaikan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 15,85 persen dari Rp 5,11 triliun pada Februari 2019 menjadi Rp 5,92 triliun pada Februari 2020.

 

Sementara itu, pendapatan komisi dan administrasi (fee based income/FBI) mencapai Rp 1,44 triliun. Kemudian perseroan juga mencatat peningkatan asset perusahaan sebesar 9,72 persen menjadi Rp 788,72 triliun, dibandingkan Februari tahun lalu yang tercatat hanya Rp 718,82 triliun.

 

Ditambah, penyaluran kredit BNI yang melesat 11,8 persen menjadi Rp 529,53 triliun, dibandingkan periode yang sama 2019 senilai Rp 473,61 triliun. Sementara DPK perusahaan pun tercatat naik 9,83 persen menjadi Rp 573,3 triliun, dibandingkan tahun lalu yang senilai Rp 521,97 triliun.

 

Putrama memastikan, BNI akan terus berupaya memaksimalkan kinerjanya meski pandemi terus menghadang.

 

“Kami akan terus mencermati perkembangan yang ada dan tetap akan tumbuh dengan menjaga manajemen risiko di tengah ketidakpastian ekonomi akibat wabah Covid-19,” tutup Putrama.

 

Sumber: CNBC IndonesiaBisnis.com

Foto: TRIBUN PONTIANAK/Tito Ramadhani

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU