Rabu, 12 Juni 2024

Pupuk Sriwidjaja Torehkan Kinerja Positif di 2019

ads-custom-5

Palembang, BUMNInfo | Anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) yaitu PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Persero) atau Pusri berhasil mencatatkan kinerja perusahaan tahun buku 2019 cukup baik. Selama tahun 2019, Pusri berhasil memproduksi pupuk sebesar 2.307.611 ton atau sebesar 106% dari target RKAP sebesar 2.174.000 ton. Rincian produksi terdiri dari pupuk Urea sebesar 2.202.318 ton dan pupuk NPK sebesar 105.293 ton. Sedangkan produksi amoniak mencapai 1.440.179 ton atau sebesar 98% dari target RKAP.

 

Di bidang penjualan, Pusri telah menyalurkan pupuk total sebanyak 2.003.577 ton, yang terdiri dari 1.206.450 ton pupuk bersubsidi dan 797.128 ton pupuk non subsidi. Sedangkan produk non pupuk, yaitu amoniak telah terjual sebanyak 89.224 ton. Tingkat kesehatan perusahan dinilai baik dengan predikat Sehat A dengan skor 71,50.

 

Untuk kinerja CSR di tahun 2019, secara keseluruhan penyaluran dana kemitraan mencapai 100%, dan kolektabilitas program kemitraan menunjukkan persentase sebesar 70,38% dengan predikat baik. Sementara di bidang tata kelola perusahaan, Pusri menghasilkan skor 91,99% dengan predikat sangat baik.

 

Manager Humas PT Pusri Palembang Soerjo Hartono menuturkan, pencapaian ini merupakan wujud komitmen Pusri untuk berkontribusi bagi kemajuan UMKM dan membina komunitas demi kemandirian masyarakat sekitar perusahaan.

 

“Tahun 2019 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi Pusri, namun kita terus memaksimalkan usaha sehingga membuahkan pencapaian yang cukup baik. Secara keseluruhan Pusri telah bekerja optimal sesuai penugasan pemerintah melalui arahan BUMN Holding PT Pupuk Indonesia (Persero). Ke depannya Pusri semakin optimis untuk melangkah maju, sejalan dengan proyek revitalisasi pabrik Pusri-IIIB yang akan meningkatkan daya saing perusahaan dan program transformasi digital yang tengah berjalan,” ungkap Soerjo dalam keterangan tertulis.

 

Sejalan dengan visi Pusri yaitu menjadi perusahaan agroindustri yang unggul di Asia, Pusri akan terus melaksanakan diversifikasi produk dan pengembangan bisnis dalam rangka peningkatan daya saing. Pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan solusi pertanian yang terintegrasi sesuai tuntuan pasar dan terus melaksanakan pengembangan inovasi dan produktivitas. Agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing tinggi.

 

Sebagai perusahaan yang bertanggung jawab dalam mendukung pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional, Pusri juga terus berupaya memenuhi kebutuhan pupuk bagi petani pangan. Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani, Pusri melakukan pengawalan penggunaan produk yang tepat bagi petani di lapangan.

 

Langkah awal dengan menentukan dosis rekomendasi pupuk sesuai lokasi tanam dan jenis tanah. Dilanjutkan dengan sosialisasi dan edukasi terkait produk serta cara penggunaan. Setelah itu, Pusri akan memberikan pupuk sesuai kebutuhan lokasi tanam dan terus melaksanakan kawalan bagi petani, hingga tercapainya hasil produksi yang lebih meningkat dibandingkan sebelum adanya pendampingan dari Pusri.

 

Dengan meningkatnya hasil produksi petani, Branch Manager Pusri Kalimantan Barat Djoko Santoso mengatakan, tentunya kesejahteraan petani pun turut meningkat. Salah satu kawalan yang berhasil dilaksanakan Pusri yaitu kepada petani di Kalimantan Barat yang melaksanakan panen di lahan demonstrasi plot (demplot) milik PT Pusri Palembang, tepatnya di Desa Rasau Jaya Satu, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya pada pertengahan Juli lalu.

 

“Demplot di lahan ini merupakan hasil pemupukan menggunakan pupuk Urea bersubsidi ditambah produk inovasi Pusri lainnya, seperti Nutremag dan Bioripah. Kami merekomendasikan ke petani untuk mengaplikasikan produk-produk Pusri pada demplot, dengan rincian yaitu 200 kg/hektar Urea,  8 kg/hektar Nutremag dan 8 ltr/hektar Bioripah,” jelas Djoko.

 

Djoko melanjutkan, hasil formulasi tersebut mampu mendongkrak perolehan panen padi menjadi 5,3 ton/hektar. Sebelumnya jika berdasarkan kebiasaan petani di Desa Rasau Jaya Satu, hanya mampu memanen 3-4 ton per hektar.

 

“Hal ini sangat menggembirakan, karena kami bisa memberikan informasi yang tepat tentang penggunaan pupuk dan pendampingan bagi para petani untuk meningkatkan hasil taninya, baik dari segi kuantiti maupun kualiti,” imbuhnya.

 

Di tengah pandemi ini, semua operasional bisnis Pusri tetap berjalan dengan baik dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku. Perusahaan juga terus berupaya mendukung rencana Kementerian Pertanian (Kementan) yang akan menjadikan Provinsi Kalimantan sebagai lumbung padi nasional, melalui program SERASI, untuk mempersiapkan Ibu Kota Negara (IKN) baru.

 

infografis pupuk sriwidjaja (1)

Sumber: Pupuk Sriwidjaja

Infografis: BUMNINFO/Naufal Anjani

Foto: dok. Pupuk Sriwidjaja

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU