Rabu, 19 Juni 2024

Salurkan Pinjaman ke UMKM, Pegadaian Bekerjasama dengan P2P Lending

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT Pegadaian (Persero) mengekspansi lini bisnis dengan mengadakan fasilitas penyaluran pembiayaan kredit modal kerja untuk korporasi dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui platform digital atau digital lending.

 

Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto mengatakan pihaknya berupaya mendongkrak aktivitas perekonomian masyarakat di era adaptasi kebiasaan baru dengan produk yang kini masih dalam tahap pilot project ini.

 

“Kami kembangkan terus dari sisi sistem dan teknologi, kami sudah siap dan sudah ada beberapa transaksi yang sudah kita lakukan. Jadi kalau nanti permintaan digital lending marak, kami sudah siap untuk melayani basis konsumen kami yang besar,” ungkap Kuswiyoto dikutip dari Bisnis.com, Sabtu (1/8/2020).

 

Direktur Teknologi Informasi dan Digital Pegadaian Teguh Wahyono menuturkan, dalam program ini Pegadaian mengusung dua jenis digital lending, antara lain pinjaman modal kerja Indirect dan Direct. Untuk Indirect Digital Lending, pihaknya telah meresmikannya pada Januari lalu, dikembangkan lewat kerja sama dengan platform teknologi finansial (tekfin) peer-to-peer (P2P) lending yang sudah ada saat ini.

 

“Nama resminya pinjaman modal kerja bagi usaha menengah yang butuh pinjaman dengan jaminan invoice. Makanya tenornya jangka pendek, antara 2 sampai 6 bulan, kemudian pinjamannya Rp50 juta sampai Rp2 miliar. Sekarang progress-nya masih izin piloting dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” papar Teguh.

 

Ia menegaskan, Pegadaian berkomitmen untuk terus mengembangkan sayap di lini bisnis penyaluran pinjaman dengan menggandeng tiga hingga empat platform P2P lending dalam waktu dekat. Adapun, lini bisnis tersebut masih terbilang baru dengan realisasi Rp27 miliar dan outstanding Rp15 miliar.

 

Sementara itu, untuk produk kedua yakni yakni Direct Digital Lending yang telah meluncur pada Mei 2020, akan lebih menyasar UMKM dan terus dilengkapi lewat langkah kerja sama business to business (B2B) dengan sistem fidusia dan invoice financing, sehingga pembiayaan yang disalurkan langsung oleh Pegadaian lewat produk ini ikut berkembang.

 

“Yang direct ini masih menunggu izin OJK. Jadi penyalurannya, Pegadaian bisa langsung merambah ke konsumen. Selain, kita juga kerja sama ke sistem fasilitas belanja Kementerian BUMN untuk UMKM. Kita masuk ke sana, meminjamkan modal kerja para UMKM yang akan mendapat proyek dari BUMN itu,” jelas Teguh.

 

Sebagai informasi, di tengah pandemi ini subsektor keuangan non bank jenis tekfin P2P lending justru meroket, salah satunya Pegadaian. Hal itu disampaikan oleh Deputi Komisioner dan Pengawas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muhammad Ichsanuddin.

 

“Untuk sektor keuangan non bank itu yang melejit, Pegadaian. Kemudian yang paling melejit adalah fintech peer to peer lending,” ungkap Ichsan.

 

OJK mencatat, tekfin P2P lending mencatatkan pertumbuhan penyaluran pinjaman 153,2% secara year on year (yoy) menjadi Rp 113,46 triliun hingga Juni 2020. Sementara pertumbuhan piutang pembiayaan terpantau melambat sebesar 7,3% yoy pada semester I 2020. Perlambatan piutang pembiayaan ini ditengarai akibat perekonomian yang masih belum stabil sehingga berdampak pada anjloknya pembiayaan di segala sektor.

 

Adapun industri asuransi menghimpun pertambahan premi sebesar Rp20 triliun, dengan pertumbuhan premi asuransi jiwa terkontraksi sebesar 10% serta premi asuransi umum dan reasuransi terkontraksi 2,3% yoy.

 

Untuk Pegadaian sendiri, aktivitas bisnis yang berjalan di tengah pandemi masih menunjukkan tren pertumbuhan. Omset yang diraih perseroan selama paruh pertama 2020 naik 18,8% yoy dari Rp 67,7 triliun di Juni 2019 menjadi Rp 80,4 triliun di Juni 2020.

 

“Sedangkan outstanding pembiayaan tumbuh 21,3% yoy dari Rp 43,6 triliun menjadi Rp 53 triliun hingga Juni 2020,” terang Kuswiyoto.

 

Infografis Pegadaian

Sumber: Bisnis.comKontan.co.id

Foto: Istimewa

Infografis: BUMNINFO/Nashwan Ihsan 

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU