Jumat, 19 April 2024

PJT I dan PJT II Kompak Tutup Tempat Wisatanya

ads-custom-5

Malang, BUMNInfo | Akibat penyebaran virus corona di Indonesia, Perusahaan Umum Jasa Tirta (PJT) I melaksanakan beberapa protokol pencegahannya. Langkah-langkahnya adalah dengan melakukan proses sterilisasi dengan menyemprotkan cairan disinfektan di kantor perusahaan, serta menutup seluruh lokasi wisata yang dikelola. 

Pada tahap pertama, penyemprotan dilakukan di kantor pusat di Kota Malang dan di seluruh kantor divisi dan sub divisi. Seperti diketahui wilayah kerja PJT I mencakup lima wilayah sungai, yakni Brantas (Jawa Timur), Bengawan Solo (Jawa Tengah, dan Jawa Timur), Serayu Bogowonto, dan Jratun Seluna (Jawa Tengah), serta Toba Asahan (Sumatera Utara).

“Penyemprotan ini kami lakukan sebagai langkah preventif penyebaran Covid-19. Seperti diketahui, bahwa penyebaran virus ini cukup cepat. Sehingga kami harus mengambil langkah antisipasi untuk mencegah,” kata Direktur Utama PJT I Raymond Valiant Ruritan.

Pada tahap kedua, penyemprotan dilakukan di lokasi wisata yang dikelola oleh PJT I. Perusahaan pelat merah itu mengelola beberapa lokasi pariwisata bendungan atau waduk, seperti Selorejo dan Sutami Karangkates di Kabupaten Malang, Wonorejo di Tulungagung, Bening di Kabupaten Madiun dan beberapa lokasi wisata lain di lima wilayah sungai.

“Penyemprotan desinfektan di lokasi wisata juga menjadi salah satu prioritas kami. Karena menjadi lokasi tujuan wisata bagi masyarakat. Dalam waktu dekat ini, sterilisasi menggunakan desinfektan akan kami lakukan,” ujar Raymond.

Namun, Raymond juga menyarankan pada masyarakat agar sementara waktu dalam masa darurat Covid-19 lebih banyak tinggal di rumah. “Kalau bisa yang mau liburan seperti di bendungan yang kami kelola agar ditunda dulu. Ini penting, untuk menekan dan mengurangi potensi penyebaran virus corona,” imbaunya.

Menurutnya, imbauan dari pemerintah untuk menghindari kerumunan massa dan melakukan social distancing harus dipahami dan dilaksanakan. “Sementara waktu, hindari berwisata. Lebih baik untuk siswa belajar di rumah dan orang tua yang tidak berkepentingan mendesak agar tidak berpergian dulu,” katanya.

Tak hanya PJT I, BUMN serupa yakni PJT II ikut menutup lokasi wisata yang dikelolanya akibat Covid-19. PJT II dikenal sebagai BUMN yang mengelola waduh terbesar di Indonesia yaitu Jatiluhur. Perum ini juga ikut mengelola beberapa wisata di sekitar waduk.

Kawasan wisata sekitar Waduk Jatiluhur ditutup oleh Jasa Tirta II untuk kurun waktu 14 hari, antara 17 hingga 30 Maret 2020. Keputusan diambil sebagai respons atas imbauan pemerintah untuk mengurangi aktivitas masyarakat di luar rumah, sekaligus mencegah potensi penyebaran virus Covid-19.

“Menyikapi penyebaran covid-19 yang terus meningkat dari waktu ke waktu, Jasa Tirta II menutup Kawasan Wisata Jatiluhur sementara waktu khususnya untuk area kawasan wisata Istora dan Jatiluhur Water World karena berpotensi mendatangkan massa yang banyak,” ujar Sekretaris Perusahaan Jasa Tirta II, Nandang Munandar.

Ia menambahkan, untuk operasional Hotel Pesanggrahan dan Hotel Istora tetap berjalan seperti biasa dengan tetap memperhatikan prosedur penanganan dan pencegahan covid-19. Prosedur penanganan dan pencegahan covid 19 antara lain skrining suhu dan kesehatan tubuh sebelum memasuki gedung, penyediaan hand sanitizer di setiap pintu masuk, penyediaan masker dan penyemprotan disinfektan di setiap gedung.

PJT I dan PJT II juga menerapkan konsep work from home selama 14 hari sebagai upaya pencegahan, penanganan dan penyebaran covid-19. Konsep work from home akan dibagi per tiga hari dengan tetap mengutamakan pelayanan operasional sumber daya air.

 

Sumber: Sindonews.comInvestor Daily

Foto: Radar Tegal

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU