Senin, 10 Juni 2024

Hingga Tahun Baru, Jasa Marga Gratiskan 96,48 Km Jalan Tol

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT Jasa Marga Persero telah membuka ruas jalan tol baru sepanjang 96,48 kilometer menjelang libur Natal dan Tahun Baru ini. Jalan tol anyar ini akan beroperasi secara fungsional tanpa tarif. Artinya, pengemudi tak perlu membayar biaya masuk jalan tol karena masih gratis.

“Jalan tol baru yang beroperasi tanpa tarif di antaranya Jalan Tol Elevated Jakarta-Cikampek II dan Jalan Tol Balikpapan Samarinda seksi Samboja-Samarinda,” ujar Direktur Operasi Jasa Marga Subakti Syukur dalam keterangannya, Jumat, 20 Desember 2019.

Jalan Tol Elevated Jakarta-Cikampek II membentang sepanjang 38 kilometer. Sedangkan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda yang siap dilalui kendaraan saat ini tercatat merentang sejauh 58,48 kilometer. 

Jasa Marga masih menggratiskan tarif tol di kedua ruas ini hingga Tahun Baru nanti. Adapun saat ini, pihak Jasa Marga belum menggamblangkan tarif pasti untuk masing-masing golongan kendaraan seumpama jalan tol telah beroperasi normal.

Dengan penambahan ruas jalan tol anyar tersebut, Jasa Marga hingga akhir tahun telah mengoperasikan 1.153 kilometer ruas. Angka itu termasuk jalan tol baru yang lebih dulu beroperasi sebelumnya, seperti Jalan Tol Trans Jawa, dan jalan tol yang dibuka setengah fungsional.
 
Pada masa mudik dan balik Natal serta Tahun Baru nanti, Subakti menengarai sebanyak 4,7 juta kendaraan akan melewati jalan tol. Angka ini naik 5,3 persen dari lalu lintas tahun sebelumnya atau 22 persen dari lalu-lintas normal harian.
 

Ihwal pengoperasian ruas jalan tol baru, khususnya Jalan Tol Elevated Jakarta-Cikampek II, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setyadi meminta Jasa Marga memastikan kesiapan sarana. Salah satunya penyediaan lampu di ruas jalan. “Kami minta pemasangan lampu di bawah jembatan agak terang,” ujarnya.

Ia juga meminta Jasa Marga bersiaga seandainya ada pemilik kendaraan yang mengalami kesulitan, seperti pecah ban dan kehabisan bensin, di atas jembatan layang jalan tol. 

Badan Penelitian dan Pembangunan Kementerian Perhubungan memprediksi, hampir 60 persen pemudik Natal dan Tahun Baru melakoni perjalanan melalui jalur darat. Sebanyak 48 persen diperkirakan menggunakan kendaraan pribadi. Angka itu setara dengan 16,41 juta kendaraan.

Sedangkan 4 persen lainnya menggunakan sepeda motor dan mobil travel. Adapun 8 persen sisanya memanfaatkan angkutan bus. Dari total pemudik, 51 persen di antaranya diperkirakan akan bergerak ke arah Bandung. 

Kementerian Perhubungan menghitung masa mudik angkutan Natal dan Tahun Baru akan berlangsung mulai hari ini, 20 Desember 2019, hingga 24 Desember 2019. Sedangkan arus balik terjadi pada 25 Desember 2019. Lalu, 31 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020.

Sumber : bisnis.tempo.co

Foto :ANTARA FOTO/RISKY ANDRIANTO

 

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU