Kamis, 13 Juni 2024

Kembangkan Energi Terbarukan, PLN Gandeng 4 Universitas

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT PLN (Persero) menggandeng 4 Perguruan Tinggi Negeri dan LIPI untuk melakukan penelitian bersama (joint research). Hal ini ditandai dengan penandatangan kerja sama (MoU) di kantor pusat PLN, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

GM Puslitbang PLN Bagus Setiawan mengatakan, kerja sama ini menjadi akses bagi perguruan tinggi untuk meneliti kasus-kasus yang ada di PLN. Perguruan tinggi itu di antaranya Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gajah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).

Kerja sama penelitian tak hanya mencakup soal energi atau kelistrikan melainkan juga merambah pada aspek lain seperti sosial dan pengembangan bisnis. Ada 5 bidang yang menjadi cakupan, yaitu transmisi, distribusi, bisnis, korporat, dan niaga.

“Contoh simple, bagaimana kecenderungan pelanggan di masa depan. Ada universitas mana saja, boleh UGM, ITS, ITB, UI, oke ini saya kerjakan. Hasilnya, dari kacamata orang teknik, orang sosial bisa berbeda-beda,” kata Bagus.

Lebih lanjut dia mengambil kasus kecenderungan pelanggan di masa mendatang. Akademisi UGM, misalnya, meneliti dari aspek sosial, sementara ITB akan menciptakan aplikasi pendukung untuk memudahkan pelayanan.

“UGM dari sosial mengatakan masyarakat milenial yang masih SMA, 5 tahun lagi menjadi keluarga muda, mereka membutuhkan cara pelayanan mereka tidak sepeti hari ini, cukup dari gawai. Lalu dari ITB mengatakan, PLN kayaknya membutuhkan dalam bentuk aplikasi, dia memberikan aplikasi,” ujarnya.

Plt Dirut PLN Sripeni Inten mengapresiasi kerja sama penelitian. Ia meminta agar implementasi segera terwujud di 2020, terutama untuk mengerjakan program energi baru terbarukan (EBT) battery power storage.

“Tahun 2020 sudah go, implementasi rencana kerja sama adalah mengenai battery sebagai salah satu program pertama kita yang bisa dieksekusi,” kata Sripeni.

Jadi kerja sama ini akan saling melengkapi. PLN yang memiliki banyak praktisi bisa berkolaborasi dengan perguruan tinggi yang memiliki banyak ilmuwan. Sripeni juga yakin dengan kerja sama penelitian, akses ilmuwan ke PLN dapat membantu kajian peneliti agar dapat memperkaya jurnal-jurnal penelitian dengan kasus yang terbarui di bidang energi.

Sebagai contoh kasus pemadaman massal atau blackout yang terjadi pada Agustus lalu. Ini bisa menjadi kajian karena hampir menyangkut pada semua aspek.

Sripeni mengajak para pakar di lingkungan masing-masing perguruan tinggi untuk bisa membantu menyelesaikan masalah di PLN yang kian berubah dan kadang tak terprediksi apakah suatu masalah linier atau hiperbola.

“Kejadian 4 Agustus itu kalau dibuat tesis, berapa tesis bisa dibuat, bisa banyak orang karena melihat sudut satu per satu dan itu luar biasa. Dan kami PLN itu pelajaran mahal, mahal sekali.”

“Jadi sayang sekali kalau kejadian itu yang sudah kami improve dari sisi proteksi, sisi transmisi relay, setting, sistem interkoneksi, proteksi pembangkitan, transmisi, sisi distribusi, IT komunikasi, sisi human, itu semua lengkap kejadian 4 Agustus dan ini sangat bagus untuk pembelajaran,” ucap Sripeni.

Sumber : www.cnbcindonesia.com

Foto : Liputan6.com/Immanuel Antonius

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU