Rabu, 17 April 2024

Jasa Marga Tegaskan Kerusakan Bangunan di Bojongmangu Bekasi Bukan karena Proyek Tol Japek Selatan

ads-custom-5

Jakarta, BUMN Info – Jasa Marga menegaskan kerusakan sejumlah bangunan di Kampung Legok Cariu RT 12 RW 06 Desa Sukamukti, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi bukan karena proyek pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek Selatan atau Japek 2.

Hal itu diutarakan Direktur Teknik PT Jasamarga Japek Selatan Iman Sulaiman ketika ditemui di kantornya di Cikarang Pusat, pada Rabu (28/2/2024).

Iman menjelaskan, lokasi bangunan ambles itu jaraknya masih 1,5 hingga 2 kilometer dari proyek pembangunan Jalan Tol Japek Selatan.

Adapun kerusakan lokasi terjadi kerusakan bangunan itu dampak dari pembangunan kontruksi jalanan kawasan industri yang dibangun oleh Deltamas.

“Memang pembangunan jalan tol ada gate tol di daerah Simpang Susun Sukabungah itu ya. Tapi titik kerusakan bangunan itu merupakan jaringan jalan menuju ke sana,” imbuhnya.

Iman melanjutkan, untuk pembangunan jaringan jalan untuk menuju akses Jalan Tol Japek Selatan itu bukan dibangun oleh Jasa Marga.

Akan tetapi dibangun oleh kawasan industri Deltamas. Baik desain, maupun pengerjaan kontruksinya.

“Jadi desain jalan kawasan itu murni dari Deltamas mas dan pembangunannya juga dari kontraktor yang ditunjuk oleh Deltamas. Bukan dari bagian perencanaan dan bangunan kontruksi jalan tol,” katanya.

Puluhan rumah dan kontrakan di Kampung Legok Cariu RT 12 RW 06 Desa Sukamukti, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi ambles dan retak.

Berdasarkan pantauan TribunBekasi.com pada Selasa (27/2/2024) pagi, terdapat puluhan rumah dan kontrakan milik warga yang terdampak pergerakan tanah sampai ambles.

Selain itu ada tembok yang mengalami retak. Sebagian diantaranya bahkan sudah tidak bisa dihuni kembali.

Ketua RT 12 RW 06 Desa Sukamukti, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Isam Anton mengungkapkan, kejadian itu terjadi pada Senin (26/2/2024) pukul 01.00 dini hari. Ketika itu hujan turun cukup deras, awalnya ada suara retakan hingga akhirnya bangunan ambles.

“Kejadian kemarin jam 1 dini hari, awalnya memang sudah beberapa bulan terakhir ada gejala retak gitu dibangunan warga. Nah parahnya itu kemarin,” kata Isam pada Selasa (27/2/2024).

Dia melanjutkan, pihaknya masih berkordinasi dengan aparatur pemerintah desa setempat dan terus mendata serta memantau perkembangan kondisi bangunan warga yang terdampak pergerakan tanah.

“Jumlah bangunan yang longsor (ambles) kalau nggak salah 12 rumah, cuman untuk yang kontrakan jumlahnya memang lumayan banyak pak,” kata dia.

Sulistiowati (40) pemilik bangunan, mengaku khawatir kerusakan di rumahnya akan semakin parah dan berpotensi ambruk sewaktu-waktu.

Saat ini kondisi bangunan rumahnya sudah ambles sekira 60 centimeter. Sejumlah tembok hingga asbes rumahnya juga retak dan rusak. Bahkan bangunan warung di depan rumahnya terpaksa dibongkar karena khawatir ambruk.

“Hancur parah pak, awalnya ini kan rata sama jalan. Tapi lihat tuh turun, ada 60 centi mah,” ucapnya.

Semalam dirinya dan keluarhanya juga was-was, tidurnya pun tidak bisa lelap karena khawatir tiba-tiba ambles lebih parah. Dirinya tidak mengungsi karena tak memiliki tempat tinggal maupun tanah lain.

“Tiap hujan khawatir, was-was karena saya ada anak kecil, takut kenapa-kenapa, takut rubuh juga, tapi mau bagaimana lagi. Karena saya tidak punya rumah atau tanah lain untuk ditinggali,” ungkapnya.

Menurut ambles bangunan ini bukan semata-mata karena hujan deras. Sebab, dia juga puluhan tahun tinggal tidak pernah terjadi apapun.

Namun, semenjak dibangun kawasan industri dan terlebih saat pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek II itu mulai terjadi keretakan tanah hingga bangunannya.

“Ini ngaruh (pembangunan kawasan industri dan proyek jalan tol) soalnya ini kan saya sudah tinggal di rumah ini lama juga, sebelum ada itu tidak pernah begini,” katanya.

Untuk itu, dirinya berharap pihak-pihak terkait turun tangan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Apalagi sebentar lagi mau bulan puasa dan lebaran. Karena kondisi seperti ini tidak membuatnya tenang, apalagi dia memiliki anak-anak kecil dan orangtua.

“Kita pengen ada kejelasan ya, pertanggungjawaban lah dari  pihak-pihak terkait untuk dic arikan solusi dan dilakukan perbaikan,” ungkapnya. (MAZ)

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU