Senin, 15 Juli 2024

Perkembangan Uji Coba Vaksin Sinovac-Bio Farma, Relawan Tak Rasakan Efek Buruk

ads-custom-5

Bandung, BUMNInfo | Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir mengatakan, sudah ada beberapa relawan yang telah disuntikan vaksin Covid-19 buatan Sinovac asal China. Berdasarkan pemantauan tahap awal, tak ditemukan adanya gejala yang membahayakan dari para relawan yang telah disuntikan vaksin tersebut.

 

“Nah dari pemantauan awal yang kemarin sudah disuntikan 11 Agustus, hasilnya sampai hari ini baik. Nah itu lah kenapa kemarin Profesor Kusnadi dari Unpad sampaikan ke media tidak ada gejala yang ditakuti,” ujar Erick di Komisi VI DPR RI, Kamis (27/8/2020).

 

Meski berjalan lancar hingga saat ini, uji klinis vaksin Covid-19 tahap III ini belum rampung. Perlu dilakukan pemantauan oleh PT Bio Farma (Persero) selaku penguji dalam beberapa bulan ke depan sebelum nantinya diproduksi. Vaksin Covid-19 itu sendiri nantinya akan disuntikan ke tubuh 1.620 relawan yang telah terdaftar.

 

“Jadi cukup baik hasil uji klinis III. Walaupun ini belum selesai, karena biasanya uji klinis III ini memakan waktu 3-6 bulan. Tapi respon pertamanya baik,” katanya.

 

Lantaran tahap awal uji klinis vaksin buatan Sinovac itu berjalan baik, Erick pun optimis vaksin itu bisa digunakan di Indonesia. Rencananya, jika uji klinisnya lancar, maka akan segera diproduksi pada akhir 2020.

 

“Karena itu kita optimis kerja sama Bio Farma dan Sinovac ini dalam jangka menengah atau jangka panjang, ini jadi sesuatu yang baik untuk memastikan vaksin bisa terjadi secara cepat di Indonesia. Karena target kita di awal tahun depan sudah ada vaksin,” harap Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu.

 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rosye Arosdiani menyatakan, hingga 25 Agustus 2020, jumlah masyarakat Kota Bandung yang mendaftar sebagai relawan uji klinis calon vaksin Covid-19 melebihi jumlah calon vaksin yang disediakan. Jika jumlah yang dikirim oleh perusahaan Sinovac Ltd, China hanya 1.620 vaksin, jumlah warga Kota Bandung yang mendaftar sebagai relawan uji klinis untuk saat ini telah mencapai 1.935 orang.

 

Lebih lanjut Rosye menjelaskan, dari 1.935 pendaftar itu termasuk Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Selain itu, menurut dia, ada pula ASN Kota Bandung yang ikut menjadi relawan. Maka total relawan yang siap untik disuntik calon vaksin Covid-19 mencapai 110 orang. Jumlah tersebut akan disuntik hari ini di enam fasilitas kesehatan yakni Puskesmas Garuda, Puskesmas Ciumbuleuit, Puskesmas Dago, Puskesmas Sukapakir, Klink Fakultas Kedokteran Unpad Dipatiukur dan RS Pendidikan Unpad Jalan Eyckman.

 

“Yang sudah memasuki proses penyuntikan mencapai 110 orang. Ini (penyuntikan) bertahap karena pelaksanaan setiap minggu dibatasi,” ungkapnya.

 

Setiap pekan masing masing site hanya akan menyuntikkan dosis calon vaksin ke beberapa orang. Di Balai Besar Kesehatan Unpad 19 orang, di FK Unpad 21 orang, Puskesmas Garuda 19 orang, Puskesmas Ciumbuleuit 18 orang, kemudian Puskesmas Dago 15 orang dan Puskesmas Sukapakir 18 orang.

 

Salah satu relawan yang mengikuti penyuntikan kedua, Fadly Barjadi Kusuma (32) membagikan cerita dan pengalamannya. Fadly mengaku tidak mengalami perubahan apapun sejak mendapat suntikan baik yang pertama maupun kedua.

 

“Saya hanya merasakan ngantuk. Pas (penyuntikan) pertama hanya ngantuk biasa, tapi pas yang kedua kali ngantuknya lumayan,” ujarnya dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (28/8).

 

Selain mengantuk, pria yang bekerja sebagai driver ojek online ini mengatakan tidak mengalami gejala pusing, demam, atau rasa sakit lain setelah vaksinasi.

 

“Demam enggak ada, kepala pusing juga enggak ada. Pembengkakan di area suntik juga enggak ada, aman,” ucapnya.

 

Rosye menambahkan, sebelum diputuskan menjadi 110 orang yang akan disutik hari ini, terdapat satu orang calon relawan yang dibatalkan karena tidak memenuhi syarat. Untuk itu tak mengapa pihak penguji menerima lebih banyak pendaftar, agar calon relawan yang tak lolos bisa digantikan dengan pendaftar lain. Pendaftaran akan terus dibuka hingga 31 Agustus 2020.

 

“Target 1.620 dan pendaftaran masih terus dibuka sampai tanggal 31 Agustus nanti. Asumsinya (sisa pendaftar) menjadi waiting list,” terang Rosye.

 

Sumber: Kompas.comCNN Indonesia

Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi 

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU