Kamis, 29 Februari 2024

Rp30 Triliun Dari Freeport Untuk Warga Lokal Papua?

ads-custom-5

Papua, BUMN Info l PT Freeport Indonesia (PTFI) mengklaim bahwa kontribusinya kepada masyarakat lokal sepanjang 1991 hingga 2021 telah mencapai USD2 miliar atau setara Rp30 triliun. Kontribusi tersebut diberikan selama Freeport melakukan penambangan di Tambang Grasberg, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan, kontribusi itu akan tetap berlanjut dengan hitung-hitungan USD100 juta atau Rp1,51 triliun setiap tahunnya hingga izin usaha pertambangan khusus (IUPK) berakhir pada 2041 mendatang.

“Kontribusi untuk masyarakat lokal itu dalam bentuk kesehatan, pendidikan, ekonomi kerakyatan, infrastruktur dan sebagainya ini kontribusi riil ya,” kata Tony selepas acara Orasi Ilmiah PTFI di Universitas Indonesia, Depok, Rabu (5/10/2022).

Tony mencontohkan, dua suku utama dari lima suku kerabat yang berdomisili di Kabupaten Mimika akan mendapat fasilitas kesehatan gratis untuk pengobatan ringan hingga operasi besar. Menurut dia, kebijakan itu sudah diberikan sejak 20 tahun lalu.

Dia menuturkan, PTFI juga sudah membayarkan dividen kepada BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID atau Mining Industry Indonesia mencapai Rp15 triliun untuk tahun 2022. Hanya saja, dia menegaskan, alokasi lebih lanjut pembagian dividen kepada pemerintah kabupaten dan provinsi yang masing-masing mendapat porsi 7 persen dan 3 persen menjadi kebijakan dari MIND ID.

“Dividen kami sudah bayarkan dividen kami yang mengelola MIND ID,” tuturnya.

Seperti diketahui, kepemilikan saham mayoritas PTFI saat ini dimiliki oleh pemerintah Indonesia sebesar 51,2% yang sisanya digenggam FCX. Adapun saham milik pemerintah itu tertuang dari kepemilikan 26,24% PT Inalum dan 25% PT Indonesia Papua Metal dan Mineral (IPMM).

Sebelumnya, PTFI telah mengalokasikan investasi sosial hingga 2041 sebesar USD100 juta atau setara dengan Rp1,52 triliun, kurs Rp15.202 sebagai komitmen keberlanjutan perseroan. Adapun, investasi sosial PTFI sepanjang 1992 hingga 2021 telah menembus di angka US$1,9 miliar atau setara dengan Rp28,88 triliun.

Di sisi lain, PTFI mengalokasikan investasi tambahan mencapai US$18,6 miliar atau setara dengan Rp283,76 triliun terkait dengan pengembangan tambang dan hilirisasi tembaga milik perseroan untuk periode 2021 hingga 2041 mendatang.

 

Sumber dan Dokumentasi: economy.okezone.com

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU