Senin, 15 Juli 2024

Progres Pengembangan Pelabuhan Benoa di Bali, Apa Saja Peran Brantas Abipraya Selaku BUMN Konstruksi yang Terlibat?

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | Tidak hanya berfokus pada pembangunan bendungan, PT Brantas Abipraya saat ini juga tengah terlibat dalam pengembangan Pelabuhan Benoa di Bali. Pengembangan ini dilakukan untuk mendukung Bali Maritime Tourism Hub. Kolaborasi pun dilakukan bersama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau PELINDO. Targetnya, pelabuhan ini akan rampung pada pertengahan tahun 2022.

Menurut Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero) Miftakhul Anas, proyek yang telah dimulai sejak Juni 2021 ini progres pengerjaannya sudah mencapai 73.7%. Bukan hanya di bidang konstruksi, Brantas Abipraya juga dipercaya PELINDO untuk melakukan Design & Build Pekerjaan Revetment & Retaining Wall Area Pengembangan di Pelabuhan Benoa.

Revetment dan Retaining Wall sendiri merupakan struktur pelindung yang dibangun sebagai penahan gempuran gelombang yang berfungsi sebagai proteksi terhadap area pelabuhan. Berfungsi untuk memperkuat tepi area pelabuhan agar tidak tergerus karena ombak, diharapkan dengan rampungnya pengerjaan ini dapat menghindarkan adanya pengikisan tepi area pelabuhan.

Pembangunan pengembangan Pelabuhan Benoa yang digarap PT Brantas Abipraya (Persero) ini dilaksanakan selama 350 hari kalender untuk jangka waktu pelaksanaan dan 365 hari kalender untuk jangka waktu pemeliharaan. 

Pengembangan pelabuhan ini termasuk salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), yang tercatat dalam Program Pengembangan Superhub sesuai amanat Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 109 tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.

Sebagai salah satu BUMN konstruksi yang turut andil dalam pembangunan pelabuhan yang masuk dalam konsep Bali Maritime Tourism Hub, PT Brantas Abipraya (Persero) optimistis dapat menyelesaikan proyek ini tepat waktu dengan mengutamakan kualitas mutu, pelayanan dan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

“Ya, K3 selalu menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan proyek kami, apalagi di saat pandemi ini, penerapan disiplin protokol kesehatan selalu dilakukan guna mengantisipasi penyebaran COVID-19 di proyek-proyek PT Brantas Abipraya (Persero). Langkah pencegahan juga dijalankan seperti dengan selalu memantau kesehatan dan keselamatan para tenaga kerja di proyek,” tutup Miftakhul Anas.

 

Sumber: bumn.go.id 

Dok: majalahdermaga.co.id

 

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU