Selasa, 21 Mei 2024

Akhir Februari 2021, Pengadaan Beras Bulog Capai 35.000 Ton

ads-custom-5

Jakarta, BUMNINfO | Perum Bulog tetap melakukan tugasnya dalam menyerap gabah atau beras dari petani sebagai cadangan beras pemerintah (CBP). Hingga 28 Februari 2021, Perum Bulog telah menyerap sekitar 35.000 ton beras dari petani. Penyerapan beras menggunakan skema komersial, mengingat harga gabah yang masih tinggi atau di atas harga pembelian pemerintah (HPP).

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaluddin Iqbal menyatakan, bahwa meskipun penyerapan beras Bulog masih sekitar 35.000 ton, ia memastikan Bulog tetap optimistis dapat menyerap beras sesuai dengan target yang ditetapkan tahun ini, yaitu sekitar 1,45 juta ton. Target utama Bulog adalah untuk melindungi petani supaya harga tetap stabil, menjaga stok CBP di sekitar 1 juta hingga 1,5 juta ton, hingga menjaga harga beras tetap stabil di tingkat konsumen.

“Serapan terus jalan, dari awal sudah mulai melakukan penyerapan. Walaupun panen raya perkiraan di Maret sampai April, tapi panen secara sporadis sudah, khususnya di Aceh,” ujar Awaluddin kepada Kontan, Minggu (28/2/2021).

Menurut Awaluddin, stok yang ditetapkan tersebut hanya sebagai patokan atau perkiraan. Penyerapan bisa saja lebih dari target manakala harga di tingkat petani di bawah HPP atau karena faktor stok kita Bulog. Hingga saat ini pasokan beras pemerintah masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat bahkan hingga bulan puasa nanti. Hingga akhir Februari, stok CBP Bulog hampir mencapai 1 juta ton, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan terkait ketersediaan beras saat ini.

 

Sumber: industri.kontan

Foto: Dok. Perum Bulog

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU