Jumat, 12 April 2024

ASDP Terapkan Tiket QR Code di Penyeberangan Danau Toba

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berencana memodernisasi penjualan tiket penyeberangan ferry di lintasan Ajibata – Ambarita atau kawasan pariwisata Danau Toba. Mulai 28 Oktober 2020, penjualan tiket ferry berbasis QR Code dengan metode pembayaran selain tunai juga dapat menggunakan kartu uang elektronik (non tunai).

 

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan, upaya modernisasi penjualan tiket penyeberangan ferry ini sejalan dengan beleid Kementerian Perhubungan PM No. 19 tentang Penyelenggaraan Tiket Angkutan Penyeberangan Secara Elektronik, yang akan diterapkan di seluruh lintasan dan pelabuhan yang dikelola oleh ASDP.

 

“Sejak tahun lalu kami concern dan konsisten dalam digitalisasi bisnis sebagai wujud komitmen kami merubah wajah penyeberangan menjadi lebih modern.  Lintasan Ajibata-Ambarita yg dilayani KMP Ihan Batak adalah salah satu jalur tersibuk menuju destinasi pariwisata favorit Danau Toba yang juga merupakan salah satu dari program pariwisata super prioritas yang digagas Presiden Jokowi. Harapan kami, dengan hadirnya layanan ASDP disini dapat lebih meningkatkan kemajuan sektor pariwisata Danau Toba agar semakin ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujarnya.

 

Ira mengungkapkan, dengan penerapan digitalisasi ini metode penjualan berubah dari yang sebelumnya menggunakan karcis fisik, sekarang menjadi tiket berbasis QR Code, dengan pembelian masih secara go-show.

 

“Kini metode pembayaran juga dimodernisasi dengan non tunai (cashless) menggunakan kartu uang elektronik yang dilakukan bertahap dalam masa transisi digitalisasi lintasan ini. Untuk perdana tanggal 28 Oktober 2020, pengguna jasa dapat membayar hanya dengan kartu uang elektronik Brizzi (BRI).  Selanjutnya, kita harapkan dapat juga menggunakan Tap Cash (BNI), E-Money (Mandiri), dan Flazz (BCA),” ujar Ira lagi.

 

Adapun langkah-langkah yang dapat diikuti oleh pengguna jasa yang akan naik kapal ferry di lintasan Ajibata – Ambarita sebagai berikut :
1. Pengguna jasa datang ke loket penjualan tiket di area Pelabuhan Ajibata atau Ambarita.
2. Pengguna jasa mendaftar untuk melakukan pengisian manifest.
3. Pengguna jasa melakukan pembayaran tiket menggunakan kartu uang elektronik (tahap awal Brizzi) atau dengan uang tunai.
4. Pengguna jasa mendapatkan bukti pembayaran tiket.
5. Pengguna jasa dipersilakan melakukan embarkasi ke dalam kapal untuk menyeberang.

 

“Pembayaran dengan non tunai atau kartu uang elektronik menjadi salah satu opsi yang dibuka dalam masa transisi digitalisasi selain pembayaran tunai. Tentunya, tidak ada biaya tambahan yang dikenakan kepada pengguna jasa. Hanya saja, untuk biaya pembelian dan pengisian ulang kartu uang elektronik mengikuti ketentuan bank penerbit dari masing-masing kartu prepaid tersebut,” jelasnya lagi.

 

ASDP melayani lintasan Ajibata – Ambarita dengan mengoperasikan KMP Ihan Batak sejak 27 Desember 2018 dan hingga saat ini antusiasme pengguna jasa sangat tinggi dengan kehadiran kapal berukuran 546 Gross Tonage (GT) yang dibangun pertama kali oleh Kementerian Perhubungan di Kawasan Danau Toba tersebut.

 

“Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Pemerintah kepada ASDP dalam mengoperasikan KMP Ihan Batak untuk melayani lintas penyeberangan antar kabupaten yang menghubungkan Kabupaten Toba Samosir, dengan Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara yang berjarak 9 mil. Tentu ketersediaan sarana dan prasarana transportasi yang memadai, aman, dan nyaman sangat didambakan oleh masyarakat dalam mobilitas sehari-hari,” tutur Ira.

 

Respon positif atas layanan KMP Ihan Batak diungkapkan sejumlah pengguna jasa di kawasan Danau Toba, dan ASDP berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan penyeberangan yang kini semakin nyaman, aman dan selalu memprioritaskan aspek keselamatan. KMP Ihan Batak dibangun Kementerian Perhubungan oleh PT Dok Bahari Nusantara di Desa Parparean II Porsea Tobasa memiliki kapasitas penumpang 280 orang, kendaraan campuran sebanyak 32 unit, yang dioperasikan di lintasan Ajibata – Ambarita di bawah koordinasi ASDP Cabang Sibolga.

 

Di masa adaptasi kebiasaan baru Covid-19, KMP Ihan Batak beroperasi sebanyak 4 trip per hari pada Senin-Kamis , 6 trip per hari pada Jumat dan 8 trip per hari pada Sabtu-Minggu. Terkait tarif penumpang dan kendaraan di atas KMP Ihan Batak, tarif yang dikenakan untuk pejalan kaki dewasa sebesar Rp 9.000,-, diikuti tiket anak sebesar Rp 6.000,-

 

Adapun tarif tiket kendaraan yang dikenakan sebagai berikut:

Gol I (sepeda dayung) Rp 13.000,-
Gol II (sepeda motor) Rp 22.000,-
Gol III (becak, sepeda motor 500 cc ke atas) Rp 45.000,-
Gol IV (minibus/sedan) Rp 135.000,-
Gol IV (Pick Up) Rp 120.000,-
Gol V (bus sedang) Rp 287.000,-
Gol V (colt diesel 5-7 m) Rp 234.000,-
Gol VI (Bus besar) Rp 487.000,-
Gol VI (Fuso 7-10 meter) Rp 384.000,-
Gol VII (Tronton) Rp 483.000,-
Gol VIII (Trailer) Rp 715.000,-
Gol IX (Trailer diatas 16 m) Rp 1.065.000,-

 

“Dengan adanya KMP Ihan Batak ini, diharapkan tidak hanya  memperlancar konektivitas antarpulau, tetapi juga meningkatkan pelayanan transportasi penyeberangan serta peningkatan pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan Danau Toba. Apalagi Danau Toba diarahkan menjadi destinasi pariwisata yang bertaraf internasional,” tandas Ira.

 

Sumber: Bisnis.comTribunnews.com

Foto: dok. ASDP

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU