Rabu, 19 Juni 2024

Adhi Karya Sukses Pasang U-Shaped Girder Terakhir untuk LRT Jabodebek Fase I

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT Adhi Karya (Persero) Tbk. atau ADHI kembali menorehkan prestasi untuk negeri. Setelah berhasil membentangkan Jembatan Kereta Box Beton Lengkung dengan Bentang Terpanjang dan Radius Terkecil, sekaligus dengan Beban Terbesar di Indonesia pada 2019 lalu, Perseroan mempersembahkan Jalur Kereta dengan Struktur U-Shaped Girder Pertama dan Terpanjang di Indonesia.

 

Kegiatan ini diadakan pada Senin (24/8/2020) pagi dan dihadiri oleh Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, Asisten Deputi Bidang Jasa Konstruksi dan Perumahan Hendrika Nora Osloi Sinaga, Asisten Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Perhubungan Priyatmo Hadi, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo, dan Direktur Utama ADHI Entus Asnawi Mukhson. Kegiatan dilaksanakan tepat di bawah U-Shaped Girder dari jalur kereta LRT Jabodebek di Stasiun Dukuh Atas, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.

 

Direktur Utama ADHI Entus Asnawi mengatakan, berjalannya proyek LRT Jabodebek ini didukung oleh komitmen tinggi Perseroan untuk pembangunan nasional.

 

“Karya ini tidak semata-mata ada begitu saja, namun ada kerja keras dan inovasi yang terus dikembangkan ADHI dengan dedikasi yang tinggi untuk Negeri,” tutur Entus.

 

Ia juga membeberkan, jalur kereta ini akan dicatatkan pada Museum Rekor Indonesia dengan tiga rekor, antara lain Pemakaian U-Shaped Girder Pertama di Indonesia, Pembangunan Jalur Kereta dengan Struktur U-Shaped Girder Terpanjang di Indonesia dengan total panjang mencapai 43,057 km, dan Zero Accident dalam Pengiriman U-Shaped Girder dengan berat total 363.912,31 ton.

Sebagai informasi, dalam Peraturan Presiden No. 98 Tahun 2015 beserta perubahannya, ADHI dinyatakan sebagai kontraktor pelaksana dari pembangunan Kereta Api Ringan/ Light Rail Transit di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi – LRT Jabodebek. Pembangunan ini meliputi, pekerjaan fisik untuk jalur dengan konstruksi jalur layang, fasilitas operasi, railway, trackwork, pembangunan stasiun, temporary pitstop, serta depo.

 

Corporate Secretary ADHI Parwanto Noegroho menambahkan, LRT Jabodebek Fase I dibangun dengan menggunakan struktur utama berwujud lebih ramping dari struktur biasanya. Struktur ini merupakan teknologi u-shaped girder atau gelagar berbentuk huruf u yang diadopsi dari Prancis. Teknologi ini dipilih karena desainnya ramping, sesuai dengan ketersediaan ruang di Jakarta.

 

“Selain ramping, desain ini memiliki berbagai keunggulan, antara lain memiliki kelebihan tahan gempa dan mampu meredam kebisingan. Selain itu, struktur ini menyediakan walkway atau ruang untuk berjalan,” urai Noegroho dalam keterangan tertulis.

 

Tak hanya penggunaan U-Shaped Girder, LRT Jabodebek juga menggunakan teknologi third rail untuk mendistribusikan pasokan listriknya, sehingga tidak ada kabel melintang di atas jalur yang akan menambah estetika dan ramah dengan arsitektur kota Jakarta.

 

Dalam kondisi di tengah wabah COVID-19 saat ini, manajemen mengklaim selalu mengutamakan kesehatan dan keselamatan para pekerjanya. Sebagaimana dalam peraturan pemerintah bahwa pekerjaan konstruksi merupakan kegiatan dengan pengecualian, sehingga tetap diizinkan berjalan. Dalam pelaksanaannya, ADHI menjalankan kegiatan konstruksi dengan protokol pencegahan Covid-19 yang sangat ketat. Hal tersebut dilakukan mulai dari manajemen ADHI hingga tingkat pelaksana lapangan, yaitu para tenaga kerja.

 

“Protokol kesehatan pencegahan Covid-19 selalu diterapkan yaitu mengenakan alat pelindung diri sesuai aturan yang berlaku, memakai masker, menjaga jarak antar pekerja, serta melakukan pengecekan kesehatan sebelum memulai pekerjaan, seperti suhu, tekanan darah, hingga kadar alkohol dalam tubuh,” pungkas Noegroho.

 

Sumber: ADHI

Foto: ADHi

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU