Senin, 15 Juli 2024

Pindad dan Toyota Bekerjasama Dalam Produksi Kendaraan Taktis Maung

ads-custom-5

Bandung, BUMNINFO | PT Pindad (Persero) telah mulai melakukan proses produksi untuk kendaraan taktis (rantis) ringan bernama Maung. Dalam kegiatan produksi kali ini, Pindad menggandeng PT Toyota Astra Motor (TAM) melalui jaringan penjualan terbesarnya, yakni Auto2000, untuk menyuplai Hilux.

 

Kerja sama ini berlangsung sebab Maung dirancang bangun sebagai kendaraan tempur yang menggunakan mesin turbodiesel 2.400 cc milik Hilux. Mesin tersebut diklaim mampu memproduksi tenaga 149 tk dan torsi 400 Nm. Meski yang digunakan hanya mesin dan sisisnya, namun Pindad tetap membeli utuh unit Hilux dari Auto2000.

 

Vice President Inovasi PT Pindad Windhu Paramarta mengatakan, bila hal tersebut memang sudah menjadi aturan main dari diler.

 

“Kemarin itu melalui pemasaran Auto2000 sudah masuk, kalau dari mereka itu bilangnya jualan ini (Hilux) ke Pindad support. Pada umumnya untuk Toyota bilang selama digunakan untuk angkutan meski militer itu tidak masalah,” ucap Windhu kepada Kompas.com, Rabu (29/7/2020).

 

Bentuk produk yang akan disuplai berupa unit, karena Auto2000 menilai akan sulit melakukan penyuplaian bila dalam bentuk rolling sasis karena ada regulasi otomotif dan di Indonesia. Jadi menurut Windhu, Auto2000 memang bisa berjualan hanya dalam bentuk unit jadi, minimal berupa single cabin.

 

Walau tak diinformasikan berapa unit Hilux yang akan dikirim ke Pindad untuk memenuhi produksi Maung, tapi Windhu menjelaskan bila pihaknya tak bisa memastikan nantinya 500 unti Maung yang dipesan Kementarian Pertahanan (Kemhan) semuanya akan memakai mesin Hilux. Kondisi tersebut lantaran harus melihat ketersediaan unit yang bisa disanggupi oleh Auto2000 lebih dulu. Karena ternyata, untuk stok Hilux sendiri tidak terlalu banyak, apalagi di Pulau Jawa.

 

“Akan kami cek ulang, karena masalahnya ketersedian Toyota untuk 500 unit Hilux itu agak sulit bila tidak dikerja samakan dalam jangka panjang. Jadi infonya itu Hilux lebih banyak dipasarkan di wilayah pertambangan. Untuk Pulau Jawa sendiri itu kabarnya hanya puluhan saja, bahkan katanya jatah unit Hilux untuk di Pulau Jawa habis sama kami (Pindad),” tutur Windhu.

 

Terkait kabar ini, saat dikonfirmasikan ke Direktur Pemasaran TAM Anton Jimmi Suwandy tak banyak memberikan jawaban. Anton masih menjelaskan bila perkembangannya masih sama dengan sebelumnya, yakni menunggu dari prinsipal.

 

Sumber: Kompas.comTribunnews

Foto: dok. Pindad

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU