Minggu, 21 April 2024

Pelni Berencana Kembali Jual Tiket Kapal Mulai 9 Juni

ads-custom-5

Medan, BUMNInfo | PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni bersiap untuk membuka kembali penjualan tiket untuk penumpang. Perseroan mengklaim pembukaan ini telah mengikuti sesuai dengan protokol yang telah ditetapkan oleh pemerintah selama masa new normal.

 

Kepala Cabang PT Pelni Medan-Belawan Lufti Israr Sutan menyatakan penjualan tiket bagi penumpang direncanakan akan dibuka pada 9 Juni, namun Perseroan masih menunggu kepastian dari kantor pusat.

 

“Rencananya pelayanan penjualan tiket bagi penumpang akan dibuka pada tanggal 9 Juni tapi kita belum tahu itu karena sewaktu-waktu bisa berubah,” ujar Lutfi.

 

Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni O.M Sodikin menambahkan penjualan dilakukan sesuai dengan persyaratan sesuai protokol penanganan penumpang Pelni selama masa Covid-19 serta SE Gugus Tugas Covid-19 No 4/2020 dan SE Dirjen Hubla No. 21/2020.

 

Kebijakan yang akan diterapkan untuk seluruh calon penumpang adalah persyaratan berupa dokumen perjalanan dan surat keseharan serta pemanfaatan metode pembayaran secara nontunai bagi seluruh calon penumpang.

 

“Kami akan melayani penjualan tiket kepada penumpang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dengan melampirkan beberapa dokumen perjalanan berdasarkan Surat Edaran yang telah ditetapkan, yang disertai dengan surat keterangan kesehatan dari pihak yang berwenang pada periode maksimal 7 hari sebelum keberangkatan. Pembayaran tiket juga dianjurkan untuk melalui proses cashless,” jelas Sodikin.

 

Selama periode ini, Pelni hanya akan menjual sekitar 50% dari kapasitas, guna menjaga jarak antar penumpang selama perjalanan (physical distancing). Pihaknya juga telah mengatur pembatasan akses bagi penumpang selama berada di atas kapal, serta skema jaga jarak antar penumpang baik itu pada nomor bed ataupun saat pengambilan makan.

 

Sementara itu, guna menekan interaksi antara petugas kapal dengan penumpang, pemeriksaan tiket di atas kapal ditiadakan sementara bagi penumpang dengan tujuan port to port. Namun demikian, pemeriksaan tiket di atas kapal tetap dilakukan untuk kapal yang mempunyai trayek multiport dengan tetap memperhatikan jarak.

 

“Manajemen akan mengefektifkan screening penumpang yang akan naik ke atas kapal mulai dari pelabuhan. Sehingga pelaksanaan boarding saat sebelum naik ke atas kapal akan dimaksimalkan. Untuk penumpang yang ditemukan tidak memenuhi persyaratan akan dilakukan isolasi di ruangan khusus dan akan diturunkan di pelabuhan tujuan pertama dan melaporkan kepada satgas daerah setempat,” tutur Sodikin.

Dari 26 kapal penumpang, sementara waktu Pelni akan mengoperasikan enam kapal, yakni KM Ciremai, KM Dobonsolo, KM Gunung Dempo, KM Nggapulu, KM Kelud, dan KM Egon.

 

Sumber: TribunnewsiNews

Foto: ANTARA/Moch Asim

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU