Sabtu, 8 Juni 2024

PT RNI Impor 80.000 Ton Gula untuk Kebutuhan Hingga Lebaran

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI telah menyalurkan sekitar 80.000 metrik ton Gula Kristal Putih (GKP) secara bertahap ke pasar konsumsi pada kuartal II dan III di 2020. Ditargetkan gula tersebut mulai mengisi pasar hingga Lebaran agar dapat memenuhi lonjakan permintaan.

 

Direktur Pengembangan dan Pengendalian Usaha RNI Febriyanto mengatakan, RNI telah diberikan kuota impor sebesar 80.000 metrik ton yang terdiri dari white sugar atau gula kristal putih sekitar 50.000 metrik ton dan raw sugar atau gula kristal mentah sekitar 30.000 metrik ton.

 

“Untuk GKP setelah tiba akan langsung disalurkan ke pasar konsumsi. Sementara untuk raw sugar akan diproses dan diolah terlebih dahulu menjadi GKP di Pabrik Gula (PG) anak Perusahaan RNI, PT PG Rajawali II,” ungkap Febriyanto dalam keterangan tertulis.

 

Sementara itu, Vice President Pengendalian Usaha I RNI Nanik Soelistyowati pada kesempatan yang sama mengatakan, selain untuk mengamankan stok gula nasional, kuota raw sugar yang diberikan pemerintah kepada PG berbasis tebu akan berdampak sigifikan bagi peningkatan efisiensi biaya produksi dan peningkatan pendapatan.

 

“Dengan masuknya raw sugar, PG akan memperoleh tambahan bahan baku untuk diolah, sehingga rata-rata hari giling PG bertambah mendekati skala ekonomisnya, yaitu 150 hari/tahun,” paparnya.

 

Adapun total produksi gula RNI pada 2019 mencapai 260 ribu ton. Saat ini perkembangan kinerja bisnis gula RNI cukup bersaing dengan industri gula lainnya di Indonesia. Di wilayah Jawa Timur yang menjadi sumber bahan baku tebu terbanyak Nasional, Pabrik Gula RNI unggul dengan produktivitas dan rendemen tertinggi. Market share RNI di pasar gula konsumsi langsung Indonesia mencapai 12%.

 

Sumber: RNIKumparan

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU