Jumat, 24 Mei 2024

Laporkan Kenaikan Unit Penyertaan 4%, Danareksa Dorong Masyarakat Tetap Berinvestasi

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT Danareksa Investment Management (DIM) mencatat kenaikan unit penyertaan sebesar 4% pada periode Maret ini. Padahal secara umum, menurut data Infovesta Utama, unit penyertaan industri reksadana turun sebesar 4,43% dibanding Februari.

 

Direktur Utama DIM Marsangap P. Tamba mengatakan, setidaknya unit penyertaan di DIM terdongkrak karena kinerja investasi reksadana terproteksi yang mujur.

 

“Ini tidak terlepas dari unit penyertaan reksadana terproteksi di DIM yang berhasil tumbuh 16% secara bulanan,” kata Marsangap.

 

Menurutnya, kenaikan unit penyertaan reksadana terproteksi DIM akibat kondisi pasar yang kurang kondusif di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Makanya, ia menilai investor cenderung melirik investasi yang secara risiko terukur dan dengan imbal hasil yang lebih terprediksi. Di mana kedua hal tersebut merupakan karakter reksadana terproteksi.

 

“Sementara untuk yang turun, kami juga sejalan dengan yang terjadi di industri. Reksadana pasar uang kami mengalami penurunan unit penyertaan paling dalam, sebesar 17% karena dijual untuk memenuhi kebutuhan likuiditas investor,” ungkap Marsangap.

 

Marsangap mengatakan, pihaknya akan terus memantau kinerja reksadana dan instrumen investasi lainnya. Itu semua, menurutnya, tergantung pada langkah pemerintah dalam menangani pandemi ini.

 

Dia menilai kebijakan seperti stimulus fiskal, moneter, hingga relaksasi defisit APBN positif karena dapat menahan laju negatif pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2020.

 

“Meski kasus virus corona belum menunjukkan penurunan, setidaknya pasar dapat memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2020 dengan adanya dukungan kebijakan-kebijakan tersebut,” terangnya.

 

Dengan melihat kondisi yang tidak pasti seperti ini, Marsangap menyarankan investor untuk tetap berinvestasi. Salah satunya melalui instrumen reksa dana pasar uang yang dinilai bisa memberikan imbal hasil menarik dengan risiko yang rendah.

 

Marsangap menjelaskan, pihaknya juga memiliki produk reksa dana pasar uang yang dipilih oleh investor, yakni Danareksa Seruni Pasar Uang II atau SPU II. Produk ini memiliki portofolio 100% di instrumen pasar uang, baik dalam bentuk deposito maupun obligasi yang jatuh temponya kurang dari satu tahun.

 

“Strategi investasi SPU II difokuskan pada penempatan obligasi yang jatuh tempo kurang dari satu tahun dengan tingkat risiko yang rendah serta yield yang menarik,” pungkasnya.

 

Adapun obligasi pada SPU II banyak ditempatkan di obligasi dengan rating AA ke atas. Sementara untuk deposito, banyak ditempatkan di bank-bank kelas BUKU III ke atas. Hal ini menyebabkan SPU II bisa memberikan imbal hasil yang optimal dengan tingkat risiko yang terkendali.

 

DMI merupakan entitas anak perusahaan dari PT Danareksa (Persero). Anak usaha ini berfokus sebagai pengelola investasi berupa reksadana. DIM merupakan pengelola investasi reksadana pertama di Indonesia. Perusahaan ini menawarkan pengelolaan puluhan reksadana dan beragam Kontrak Pengelolaan Aset Investasi (KPAI) yang disesuaikan dengan kebutuhan investor/nasabah.

 

Sumber: Kontan.co.idInvestor Daily

Foto: JIBI/Endang Muchtar

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU