Senin, 20 Mei 2024

Pesan 450 Unit Kereta, Menteri Bangladesh Kunjungi PT INKA

ads-custom-5

Madiun, BUMNInfo | Menteri Perkeretaapian Bangladesh Md. Nurul Islam Sujan melakukan kunjungan kerja di PT Industri Kereta Api atau INKA (Persero), Kota Madiun, Jawa Timur Minggu, Ahad, 1 Maret 2020. Dalam pertemuan itu pihak Bangladesh dan PT INKA membicarakan potensi kerjasama dalam bidang perkeretaapian.

Direktur Utama PT INKA Budi Noviantoro mengatakan bahwa kerjasama antara BUMN yang dipimpinnya dengan Bangladesh sudah terjalin sejak 2005.

Sebanyak 450 unit kereta penumpang dengan nilai proyek sekitar US$ 181,6 juta telah disepakati jual-belinya. Sejumlah kereta itu dipesan dalam tiga kontrak kerjasama. Pertama 50 unit kereta dan kedua 150 kereta. Kemudian, 250 unit dan sebanyak 50 di antaranya bertipe broad gauge (BG). Sedangkan 200 kereta yang lain dengan tipe meter gauge (MG).

Menurut Budi, sebanyak 136 kereta tipe MG telah dikirim ke Bangladesh. Adapun 64 sisanya masih dalam proses pengerjaan. “Targetnya Juli nanti selesai dan bisa dikirim semua. Kalau nanti ada tender, kami akan ikut lagi, ” ujar dia, Ahad 1 Maret 2020.

Ia optimistis produk PT INKA akan dapat memenangi tender terbuka di Bangladesh. Ini sesuai dengan pengalaman sebelumnya yang mampu mengalahkan Cina dan India.” Dalam lelang bebas, produk PT INKA lebih murah dan berkualitas dibandingkan yang lain. Maka, dalam tender sebelumnya (bisa) menang,” kata Budi.

Menteri Perkeretaapian Bangladesh Md.Nurul Islam Sujan membenarkan pernyataan Budi Noviantoto. Menurut dia, salah satu pertimbangan pembelian kereta dari PT INKA karena harganya yang lebih murah dibandingkan penawaran dari negara lain. Namun demikian, kualitas moda transportasi masal itu tetap terjamin.

“Kami sudah beberapa kali mengambil barang (kereta) dari sini, memang harganya murah,” ujar Nurul.

Oleh karena itu, ia berharap agar PT INKA lebih banyak berpartisipasi dalam pembangunan bidang perkeretaapian di Bangladesh. Apalagi, pihak Bangladesh akan memerlukan kereta lebih banyak seieing dengan perluasan jaringan kereta api di 64 distrik.

Sumber : bisnis.tempo.co

Foto : Antara Jatim/Siswowidodo

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU