Kamis, 23 Mei 2024

Operasikan Rute Domestik Berbasis Satelit, AirNav Buat Maskapai Irit Rp 10 Miliar Per Bulan

ads-custom-5

Tangerang, BUMNInfo | Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau yang lebih dikenal dengan AirNav Indonesia, telah mengoperasikan rute penerbangan domestik berbasis satelit, yang dapat meningkatkan efisiensi penerbangan di ruang udara Indonesia.

PLT. Direktur Utama AirNav Indonesia Mokhammad Khatim menjelaskan, penerapan rute domestik berbasis satelit atau Performance Based Navigation (PBN) ini diperkirakan dapat memberikan efisiensi pembakaran avtur pada pesawat udara, hingga Rp 10,5 miliar per bulan.

“Rute domestik berbasis satelit atau performance based navigation (PBN) ini menghubungkan empat bandara besar di Indonesia. Yakni Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Bandara Juanda Surabaya, Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar,” jelas Khatim di Tangerang, Jumat (7/2).

“Rute ini menghemat jarak rata-rata 7 nautical miles pada sekitar 7.519 flight dalam satu bulan. Jika asumsinya 7 nautical miles bisa menghabiskan 25 liter avtur seharga Rp 200 ribu per flight, maka itu artinya 7 nautical miles dikalikan 7.519 flight dikalikan Rp 200 ribu. Hasilnya, kami bisa memberikan efisiensi sekitar Rp 10,5 miliar per bulan kepada maskapai,” sambungnya. 

Rute ini telah resmi dioperasikan pada 30 Januari 2020, pukul 00.00 UTC atau 07.00 WIB. “Sebelumnya, kami telah mengundang stakeholder penerbangan nasional seperti maskapai, TNI dan Kementerian Perhubungan untuk sosialisasi implementasi rute ini pada Selasa (20/1). Kami mentransformasikan layanan navigasi, pada rute-rute yang menghubungkan keempat bandara tersebut, dari yang sebelumnya ground based menjadi satellite based,” ujar Khatim.

Implementasi rute berbasis satelit pada rute yang dikenal dengan istilahnya Tango I-VI ini, diyakini mampu meningkatkan keselamatan penerbangan.

“Bagi maskapai, rute ini akan lebih nyaman. Selain itu, kapasitas ruang udara juga dapat dioptimalkan. Hal ini tentunya akan berdampak terhadap penurunan penggunaan avtur. Sebab, penerbangan yang menghubungkan keempat bandara tersebut menjadi direct dan lebih presisi. Hal ini juga sejalan dengan upaya industri penerbangan untuk lebih go green,” papar Khatim.

Pengembangan rute domestik ini, merupakan mandat dari International Civil Aviation Organization (ICAO) Doc 9750 Global Air Navigation Plan (GANP) dan Aviation System Block Upgrade (ASBU), dengan prioritas pada block O 2013-2018.

Khatim menjelaskan, layanan navigasi penerbangan diarahkan menjadi seamless. Artinya, dengan perkembangan teknologi penerbangan saat ini, seluruh penyedia jasa navigasi penerbangan harus setara.

“Pada phase II nanti, yang rencananya akan kami luncurkan 30 Mei mendatang, akan diimplementasikan rute domestik berbasis satelit yang menyambungkan Sumatera, Balikpapan, Kupang, Papua dan beberapa rute internasional,” tutur Khatim.

Implementasi rute berbasis satelit ini juga diyakini akan mengurangi konflik yang mungkin terjadi, dengan rute-rute domestik lain yang bersinggungan, dan belum menggunakan PBN.

“Dengan implementasi rute PBN ini, kami tidak langsung menghapus rute konvensional. Jadi, penerbangan sipil maupun militer punya pilihan. Bisa menggunakan rute PBN, atau menggunakan rute konvensional yang selama ini telah ada,” ucap Khatim.

Acara sosialisasi yang dihadiri Kementerian Perhubungan, perwakilan seluruh maskapai, serta perwakilan Danlanud AD, AL dan AU juga menjadi ajang pertukaran informasi mengenai kesiapan para pengguna jasa, terkait rencana implementasi rute PBN tersebut.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Kami mengundang seluruh stakeholder penerbangan, agar dapat memberikan masukan untuk memperbaiki layanan. AirNav Indonesia berkomitmen terus meningkatkan layanan navigasi penerbangan di angkasa Indonesia,” pungkas Khatim. 

Sumber : rmco.id

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU