Selasa, 27 Februari 2024

Perkuat Bisnis Alat Kesehatan, Indofarma (INAF) Gandeng Perusahaan Korean Medical Devices Support Center (KMD Indonesia).

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | Emiten farmasi pelat merah PT Indofarma Tbk (INAF)  makin gesit melebarkan segmentasinya ke bisnis alat kesehatan. Pada Senin (9/9) INAF baru saja menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan asal Korea Selatan bernama Korean Medical Devices Support Center (KMD Indonesia). 

Asal tahu saja, KMD Indonesia merupakan perusahaan perwakilan asosiasi perangkat medis Korea Selatan di Indonesia untuk Korea Medical Devices Industrial Cooperative Association (KMDICA) yang kantornya berpusat di Korea Selatan. Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Direktur Utama PT Indofarma Tbk Arief Pramuhanto dan Direktur KMD Indonesia Shin Sung Ho. 

Tujuan dari penandatanganan nota kesepahaman ini untuk menjajaki kemitraan usaha dalam rangka pemasaran, penjualan, distribusi dan produksi perakitan produk electromedical equipment di Indonesia.

Beberapa alat kesehatan yang akan dijajaki adalah Extracorporeal Shock Wave Lithostripsy, Prevention Deep Vein Tromossis, Biopsi kanker payudara,  Rehab medik fisioterapi exercise, Injector filling anti aging, dan body composition analyser (body impeden analysis). 

Direktur Keuangan PT Indofarma Tbk Herry Triyatno menyatakan lewat kerjasama ini ditambah produk-produk lainnya yang sedang direncanakan untuk diluncurkan ke pasar awal 2020, INAF berani menargetkan penjualan alat kesehatan pada tahun depan bisa tumbuh pesat. 

“Indofarma berani menargetkan bisnis ini bisa tumbuh mencapai Rp 90 miliar atau tumbuh 10 kali lipat dari tahun sebelumnya,” jelasnya. 

Herry menjelaskan lingkup kerjasama ini mencakup dua tahapan. Tahap pertama kerjasama pemasaran dan distribusi, tahap kedua baru dilakukan proses assembling produk atau lokalisasi produk yang diterima baik di tahap pertama. 

Herry menyatakan pemasaran distribusi kerjasama ini ditargetkan akan dilaksanakan pada Oktober 2019 dilanjutkan dengan pipelining produk yang baru dimulai pada bulan berikutnya yakni November 2019. 

Direktur Keuangan PT Indofarma Tbk Herry Triyatno menyatakan lewat kerjasama ini ditambah produk-produk lainnya yang sedang direncanakan untuk diluncurkan ke pasar awal 2020, INAF berani menargetkan penjualan alat kesehatan pada tahun depan bisa tumbuh pesat. 

“Indofarma berani menargetkan bisnis ini bisa tumbuh mencapai Rp 90 miliar atau tumbuh 10 kali lipat dari tahun sebelumnya,” jelasnya.

Herry menjelaskan lingkup kerjasama ini mencakup dua tahapan. Tahap pertama kerjasama pemasaran dan distribusi, tahap kedua baru dilakukan proses assembling produk atau lokalisasi produk yang diterima baik di tahap pertama. 

Herry menyatakan pemasaran distribusi kerjasama ini ditargetkan akan dilaksanakan pada Oktober 2019 dilanjutkan dengan pipelining produk yang baru dimulai pada bulan berikutnya yakni November 2019. 

 

Sumber : investasi.kontan.co.id

Foto : Indofarma

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU