Kamis, 20 Juni 2024

Ambis Targetkan Angkut 105 Juta Ton Barang pada 2027, Apa Strategi KAI?

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | Bukan hanya berambisi meningkatkan pelayanan untuk kereta penumpang, PT KAI (Persero) juga akan menaikkan target kereta barang pada tahun 2027. Dengan target ini, KAI berencara untuk mengangkut 105 juta ton barang pada tahun 2027. Ada sejumlah upaya yang telah KAI demi menembus target yang telah ditetapkan.

Berdasarkan laman resmi KAI pada Selasa (20/12/2022), perseroan berniat untuk menambah jumlah gerbong barang secara bertahap untuk mengakomodasi target peningkatan volume tersebut. KAI juga terus mencari potensi komoditas dan relasi angkutan barang baru.

Bukan hanya itu, inovasi lainnya juga dilakukan KAI dengan mengembangkan stasiun sebagai suatu ekosistem layanan untuk menyediakan jasa gudang transit berbasis rel. Adapun di bidang teknologi informasi, KAI akan mengembangkan sistem aplikasi yang akan memudahkan KAI dan mitra untuk dapat memonitor data serta pergerakan barangnya secara real time.

“Angkutan barang KAI hadir untuk dapat mendukung biaya logistik yang kompetitif dan mengurangi dampak eksternalitas seperti kemacetan, polusi, jalan-jalan yang rusak, serta meningkatkan daya saing global,” ucap VP Public Relation KAI Joni Martinus.

KAI juga mendukung program pemerintah yang akan memberlakukan zero over dimension over load (ODOL) pada tahun 2023. Kebijakan ini tentu akan berdampak positif terhadap keselamatan masyarakat khususnya pengguna jalan.

Sementara hingga November 2022, jumlah angkutan barang KAI yang mencakup wilayah Jawa dan Sumatera mencapai 52,6 juta ton. Jumlah tersebut naik 14,1 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2021 sebanyak 46,1 juta ton.

Sumatera mendominasi kinerja angkutan barang KAI mencapai 44,7 juta ton yang menyokong kinerja layanan ini hingga 85 persen. Di Sumatera, angkutan barang didominasi oleh komoditi batu bara sebanyak 40,7 juta ton diikuti semen sebanyak 1,8 juta ton. Sementara di Jawa, angkutan barang didominasi oleh peti kemas sebesar 4,2 juta ton. Diikuti oleh angkutan BBM sebesar 1,5 juta ton dan semen sebesar 1,3 juta ton.

Secara keseluruhan, peningkatan tertinggi angkutan barang pada tahun 2022 terjadi di komoditi batu bara yakni bertambah 5,8 juta ton atau naik 16 persen dari 35,3 juta ton menjadi 41,1 juta ton. Peningkatan juga terdapat di angkutan peti kemas sebesar 687 ribu ton atau naik 18 persen dari 3,7 juta ton menjadi 4,4 juta ton. Tren positif pun terjadi di komoditi lain seperti CPO, BBM, semen, dan ritel.

 

Sumber dan Dok: Kompas

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU