Jumat, 19 April 2024

Garap Sejumlah Proyek Aluminium, Inalum Anggarkan Capex US$ 318 Juta di Tahun 2021

ads-custom-5

Jakarta, BUMNINfO | PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) (Persero) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 318 juta untuk tahun ini. Dana itu akan digunakan untuk membiayai sejumlah proyek hilirisasi dan peningkatan kapasitas produksi aluminium. Direktur Pelaksana Inalum Oggy Achmad Kosasih menegaskan, bahwa capex US$ 318 juta digunakan Inalum sebagai operating company, bukan secara konsolidasi holding (MIND ID). Capex Inalum tahun ini juga merupakan lanjutan dari belanja modal yang tidak terserap pada tahun lalu.

“Tahun 2020 beberapa kontrak pekerjaan yang sudah disepakati belum dapat dijalankan karena adanya keterbatasan keluar masuk antara daerah maupun antar negara akibat pandemi Covid-19. Maka dari itu realisasi capex tidak terlalu besar, dan di-carry forward ke 2021,” kata Oggy saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (28/2/2021). 

Dana tersebut akan dipakai untuk berbagai proyek seperti Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah Kalimantan Barat, ekspansi smelter serta modernisasi tungku (upgrading pot) pada fasilitas peleburan aluminium di Sumatera Utara. Selain itu, pada tahun ini Inalum juga mengerjakan proyek Calcined Petroleum Coke (CPC), penambahan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), integrasi tambang bauksit, hingga aluminium recycle

Proyek SGAR saat ini sudah memasuki tahap pekerjaan konstruksi. Hingga Januari 2021, capaian progresnya tercatat sebesar 14,26%. Proyek ini ditargetkan dapat mencapai progres proyek 70,52% pada tahun ini, yaitu mencakup seluruh pekerjaan utama refinery maupun pembangkit listrik. Proyek smelter yang memiliki nilai investasi sebesar US$ 841 juta ini ditargetkan bisa rampung pada Kuartal III-2023.

Selain itu, Inalum juga menggarap proyek Kalimantan Utara (Kaltara) untuk membangun smelter dengan kapasitas mencapai 1.000 Ktpa atau 1 juta ton aluminium. Proyek tersebut sedang dalam tahap kajian dan verifikasi untuk menentukan kesinambungan dan konsistensi tenaga listrik, termasuk biaya pembangkitannya. 

 

Sumber: industri.kontan

Foto: Dok. Inalum

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU