Rabu, 19 Juni 2024

Bulog Pastikan Pasokan Beras di Berbagai Daerah Aman

ads-custom-5

Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik atau Perum Bulog selaku pemasok kebutuhan logistik utama di Indonesia memastikan bahwa distribusi beras tidak akan terhambat meski di tengah gempuran kasus penyebaran virus corona atau Covid-19.

 

Bulog mengklaim telah dan terus berkoordinasi dengan jajaran kepolisian hingga satgas pangan di berbagai wilayah untuk memperlancar distribusi. Kata Tri Wahyudi Saleh selaku Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog, seluruh stok beras di Indonesia aman-aman saja.

 

“Kami melakukan distribusi stok di seluruh Indonesia, tidak ada persoalan,” ungkap Tri.

 

Tri mengakui Bulog telah mendistribusikan stok beras melalui empat pelabuhan besar di Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurutnya, proses bongkar muat di pelabuhan hingga pengiriman ke sejumlah kota masih sangat lancar.

 

Cabang Bulog di bebragai daerah juga manyatakan hal yang sama. Di Demak, Jawa Tengah, Bulog pastikan cadangan beras aman saat wabah korona. Pihaknya saat ini telah menyimpan sebanyak 3.100 ton beras dan siap untuk mengkover kebutuhan daerah selama tiga bulan ke depan.

 

Hal tersebut dinyatakan Kepala Gudang Bulog Katonsari Demak Mario Yudhanto. Menurutnya, Demak tidak akan dilanda kelangkaan beras dalam tiga bulan ke depan karena sudah memasuki musim panen.

 

“Saya pastikan tidak akan terjadi kelangkaan beras. Ini juga sudah musim panen. Jadi, kami jamin aman dan cukup. Bahkan sampai setelah Ramadan,” kata Mario.

 

Di Provinsi Bali, stok beras juga masih dinyatakan aman. Pimpinan Wilayah Perum Bulog Bali, Suhardi, memastikan bahwa total stok mencapai 6.500 ton dan tersebar di sejumlah gudang milik Bulog di beberapa daerah di Pulau Dewata.

 

“Saat ini stok digudang Perum Bulog Bali dalam kondisi aman. Bulog Bali terus menjaga stok, terlebih Covid-19 secara tidak langsung berimbas pada kebutuhan beras masyarakat di Bali,” kata Suhardi.

 

Sementara di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kantor Bulog wilayah setempat berencana menambah stok beras sebanyak 17.000 ton dari luar daerah. Bukan karena tengah kekurangan, namun pihaknya ingin melengkapi stok hingga sembilan bulan ke depan.

“Kami akan datangkan lagi sekitar 17.000 ton beras, sehingga persediaan beras kita lebih memadai untuk kebutuhan masyarakat di NTT,” tutur Kepala Kantor Bulog Wilayah NTT Taufan Akib.

 

Ia menambahkan, saat ini persediaan beras yang dimiliki Bulog NTT masih ada sekitar 21.000 ton, yang dalam perhitungannya, untuk memenuhi kebutuhan selama sekitar lima bulan.

 

“Selanjutnya dengan penambahan, stok beras kita sangat aman untuk kebutuhan selama Sembilan bulan ke depan,” pungkasnya.

 

Sebelumnya, pemerintah juga mencadangkan anggaran sebesar Rp 25 triliun untuk kebutuhan pokok dan operasi pasar logistik. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dana tersebut untuk mengantisipasi kelangkaan bahan pokok di tengah pandemi corona.

 

“Ini untuk mengantisipasi karena pergerakan masyarakat menurun jangan sampai menimbulkan dampak kelangkaan barang,” ujar Menkeu.

 

Adapun, Tri menyebutkan Bulog mengatakan belum mendapatkan penugasan terkait hal tersebut.

 

“Kami tunggu arahan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian seperti apa, arahan Menteri Perdagangan seperti apa,” ujar dia.

 

Dia pun mengatakan bahwa Bulog bukan satu-satunya operator pemerintah dalam menjaga stok dan distribusi pangan. Namun, Bulog akan siap menjalankan penugasan yang diberikan oleh pemerintah.

 

Saat ini, stok beras di gudang Bulog mencapai 1,4 juta ton. Pasokan beras tersebut ditargetkan meningkat 400 ribu ton seiring dengan penyerapan yang dilakukan saat musim panen raya, April hingga Mei mendatang.

 

Sumber: Katadata, Radar Semarang, GatraCendananews

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU