Selasa, 16 Juli 2024

Perkuat Pengawasan BBM, BPH Migas MoU dengan Pindad

ads-custom-5
Malang, BUMNInfo | Rencana BPH Migas memperkuat pengawasan disektor BBM dengan membekali Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BPH Migas dengan senjata api segera terealisasi. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa dengan Dirut PT Pindad (Persero) Abraham Mose tentang Pemanfaatan Sumber Daya Dalam Rangka Mendukung Kegiatan Pemerintahan di Bidang Pengawasan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi di PT Pindad Divisi Munisi, Turen, Malang, Jawa Timur, Senin (16/11/2020)
 
Acara penandatanganan disaksikan oleh Anggota DPR Komisi VII; Ridwan Hisjam & Moreno Soeprapto serta Pejabat Eselon 1 PT Pindad (Persero), yaitu GM Munisi; Budhiarto, VP HCM; Kaka T. Rohana, dan Sekretaris Perusahaan; Krisna Cahyadianus.
 
Kepala BPH Migas, M. Fanshurullah Asa mengaku sangat tertarik dan berkomitmen untuk penyediaan produk pertahanan dan industrial yang diproduksi Pindad untuk mendukung kebutuhan BPH Migas terutama dalam bidang pengawasan pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi. 
 
Menurut Ifan, ada potensi penyimpangan yang mungkin terjadi misalnya BBM subsidi dijual ke industri, bisa juga pencampuran/oplos, contohnya di Sumsel, juga Riau bekas sumur tua BBM, diambil, dijual dan dicampur dengan BBM tadi sehingga kualitasnya menjadi tidak jelas, merusak kendaraan.
 
“Ini yang mesti diawasi BPH Migas. Pengalaman beberapa kali kejadian tim terpadu, di Medan, Palembang, terjadi perlawanan oknum dengan menggunakan senjata” tegas Ifan.
 
Abraham Mose menyatakan telah siap untuk mendukung kebutuhan BPH Migas. Adapun beberapa dukungan PT Pindad (Persero) adalah produk senjata api, munisi, tabung gas dan tempat pengisian bahan bakar mini dan produksi industri hilir minyak dan gas bumi. Penandatanganan Nota Kesepahaman ini menjadi langkah awal hubungan baik yang strategis bagi kedua belah pihak. 
 
“Yang diharapkan dari penandatanganan MoU ini adalah kelanjutan kerjasamanya ke depan, terlebih manfaatnya bagi BPH Migas, PT Pindad (Persero) maupun pemerintah pada umumnya,” ujar Abraham.
 
Acara dilanjutkan dengan meninjau fasilitas produksi munisi Pindad yang berlokasi di Turen, Malang. Adapun fasilitas produksi PT Pindad (Persero) berlokasi di Turen khusus untuk memproduksi munisi, bahan peledak dan bom. PT Pindad (Persero) telah menghasilkan beberapa varian munisi, baik munisi kaliber kecil; Kal. 5,56mm, Kal. 7,62mm, Kal. 9,19mm, munisi kaliber besar; Kal. 90mm, Kal. 105mm, Granat tangan hingga Bom. Kedepan, Pindad akan terus mengembangkan produk-produk pertahanan keamanan dan produk industrial untuk mendukung pertahanan dan pembangunan nasional. 
 
Foto: TEMPO/Amston Probel

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU