Minggu, 3 Maret 2024

Apakah BUMN Memberikan Kontribusi pada Startup?

ads-custom-5

Jakarta, BUMN Info l Membangun perusahaan startup tidak hanya sekedar tumbuh, melainkan dalam menjalankannya memiliki banyak fase seperti siklus biologis manusia. untuk membesarkannya, startup harus melalui pengembangan dan penelitian untuk terus menemukan pasar maupun mengembangkan produknya

Salah satu contoh startup yang berkembang pesat akibat pendanaan yaitu Alibaba Group. Perusahaan marketplace asal tiongkok yang didirikan pada tahun 1999 oleh Jack Ma bersama 17 temannya, awalnya tidak langsung bersinar. Lalu, ketika mendapatkan suntikan pendanaan dana modal ventura sebesar USD 5 juta dari konsorsium investor, Alibaba mulai meroket, dan hingga kini merajai bisnis e-commerce dunia.

Gojek merupakan salah satu startup di Indonesia yang perjalanannya tidak langsung berjalan mulus. Butuh waktu 4 tahun bagi mereka untuk masuk kedalam pasar dari tahun 2011. Setelah naik turunnya perusahaan, pada 2015 Gojek mendapatkan pendanaan awal sebesar USD 2 juta dari Openspace Ventures dan Capikris Foundation. Sekarang Gojek menjadi salah satu startup yang berstatus decacorn.

Dari kasus tersebut membuktikan penelitian dari James Okrah dan Alexander Nepp Ural dari Federal University (GSEM), Yekaterinburg, Rusia pada 2018 dalam artikel yang berjudul Factors Affecting Startup Innovation and Growth tentang peran pendanaan bagi startup. Dalam studinya, mereka berpendapat bahwa kehadiran modal ventura sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan perusahaan yang lebih cepat.

Alexy, dkk (2011) dalam tulisan ilmiahnya yang berjudul “Social Capital of Venture Capitalists and Start-up Funding” menyebutkan bahwa modal ventura memainkan peran esensial dalam evolusi dan kesuksesan dari ventura baru. Jaringan sosial yang kuat dari modal ventura juga menyediakan sebuah startup akses terhadap sumber daya yang unik dan bernilai serta peluang di masa yang akan datang. Hanya saja, mendapatkan pendanaan modal ventura bukanlah hal yang mudah.

Pendanaan sangat berpengaruh besar pada inovasi. Meskipun dalam mengembangkan sebuah usaha juga perlu keterbukaan pasar, demografi, kebijakan pemerintah. Namun dalam konteks pembiayaan, pendanaan salah satu pilar yang penting dimana inovasi dapat lebih berkembang dengan pesat.

Pendanaan juga dapat mengubah siklus perkembangan startup. Dengan kehadiran investor yang tepat dan sesuai, dapat menjadi peluang besar bagi startup untuk memaksimalkan keberlanjutan bisnisnya, termasuk pada aspek ekspansi pasar, memperkuat sumber daya manusia, memperluas jaringan, hingga merancang target jangka panjang. Kolaborasi ini memungkinkan startup dapat terdorong untuk melangkah ke arena pasar yang lebih besar.

Ada beberapa industri yang seringkali mendapatkan kucuran dana investasi seperti fintech, logistik, dan e-commerce. Ini dikarenakan ketiga sektor tersebut kompatibel dengan pertumbuhan pengguna serta perkembangan teknologi dan internet yang berkembang di Indonesia, sehingga banyak investor yang tertarik berinvestasi di sektor tersebut karena memiliki masa depan yang cerah.

Di Indonesia menurut Deputi IV Kemenko Perekonomian Muhammad Rudy Salahudin menyebutkan bahwa jumlah startup di Indonesia total ada 2.400 yang pertumbuhannya didorong sejak adanya pandemi. Dengan jumlah tersebut Indonesia menempati posisi ke 6 terbesar di dunia dalam jumlah startup terbanyak di Indonesia.

Maka dari itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengajak perusahaan pelat merah untuk mendukung pendanaan bagi perusahaan startup. Khususnya setelah Merah Putih Fund selaku lembaga pendanaan gabungan BUMN kepada startup sudah memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Nantinya jika Merah Putih Fund sudah beroperasional akan memberikan pendanaan kepada 136 startup di Indonesia. Modal ventura Tanah Air yakni Merah Putih Fund siap menyalurkan investasi sebesar US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,46 triliun pada tahap awal.,

Merah Putih Fund akan menjadi modal ventura yang berkolaborasi dengan pihak swasta dengan BUMN. Maka dari itu, BUMN mengambil keputusan strategis masuk ke ekosistem startup dengan membentuk anak perusahaan BUMN yang bergerak di bidang modal ventura. Hal ini terjadi karena BUMN menyadari startup sebagai salah satu aktor penting dalam perekonomian masa depan.

Saat ini ada 5 perusahaan yang ikut berkontribusi untuk Merah Putih Fund antara lain adalah Telkom melalui MDI Ventures, Telkomsel melalui Telkomsel Mitra Inovasi, Bank Mandiri melalui Mandiri Capital Indonesia, BRI melalui BRI Ventures dan BNI melalui BNI Ventures. Tahukah bahwa Merah Putih Venture Fund menargetkan dana kelolaan hingga USD 300 juta atau sekitar Rp 4,26 triliun untuk memberdayakan startup unicorn.

Merah putih fund akan mendukung dalam ekosistem perusahaan teknologi dengan berinvestasi dalam modal tahap awal untuk startup lokal yang menjanjikan. Lalu, merah putih fund akan secara aktif berkontribusi dalam pengembangan ekosistem internet Indonesia dengan visi menjadikan industri web dan digital Indonesia sebagai kontributor utama perekonomian.

Ada empat poin yang akan dilakukan oleh Merah Putih Fund, yaitu:

  1. Modal penggalangan dana: Mendukung pengusaha dengan memberikan modal untuk mendukung startup digital.
  2. Jaringan: Merah Putih Fund akan memanfaatkan jaringan global untuk membantu startup dengan sumber daya yang bermanfaat dan panduan praktis.
  3. Mentor: Bekerja sama dengan pengusaha untuk mencapai kesuksesan bisnis.
  4. Layanan terkelola: Merah Putih Fund membawa pengalaman industri, operasi, dan investasi yang luas ke dalam proses.

Ada beberapa kriteria yang ditetapkan untuk perusahaan yang akan menerima pendanaan. Kriteria tersebut seperti, perusahaan milik orang Indonesia, berdomisili di Indonesia, akan berstatus unicorn dan sudah memiliki roadmap untuk menuju IPO di BEI.

Nantinya, Merah Putih Fund ini tidak akan hanya diikuti oleh modal ventura BUMN saja, melainkan akan ada investor swasta yang akan berpartisipasi.

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU