Selasa, 21 Mei 2024

Peringkat Naik Jadi BBB-, Perumnas Fokus Garap Rumah Tapak

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | Perum Perumahan Nasional atau Perumnas naik status setelah PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengubah peringkat dari idCCC menjadi idBBB-. Atas perubahan ini, manajemen Perumnas menyiapkan beberapa strategi bisnis untuk memacu kinerja korporasi yang lebih positif.

 

“Kami tengah mengkaji beberapa alternatif strategi yang dapat mengakselerasi kondisi keuangan Perumnas ke figur yang lebih baik lagi. Strategi efisiensi operasional sudah pasti berada di dalam bucket strategi yang disiapkan ini, termasuk di dalamnya perbaikan proses bisnis,” ungkap Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro dalam rilis pers.

 

Dalam waktu dekat, perusahaan mempertimbangkan untuk melakukan penerapan strategi Turn-Key kepada para kontraktor yang memungkinkan pembayaran konstruksi baru akan dilakukan pada saat terselesaikannya pembangunan proyek tersebut. Kebijakan ini dinilai akan semakin menyehatkan kondisi cash flow Perumnas ke depannya.

 

Selain itu, Perumnas juga akan masih menyasar proyek perumahan berkonsep rumah tapak, yang saat ini masih mendominasi portofolio Perumnas sebesar 60%.

 

“Kami akan lebih fokus pada proyek-proyek Perumnas yang berkonsep rumah tapak di mana menyasar segmen Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR),” tutur Budi.

 

Budi mengakui jika produk rumah tapak merupakan tulang punggung bagi Perumnas. Dari awal pembentukannya, Perumnas disiapkan untuk menyediakan perumahan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.

 

Saat ini, Perumnas memfokuskan perampungan empat proyek utama pada ranah kawasan rumah tapak yang akan menjadi prioritas dalam waktu dekat. Proyek tersebut yaitu Perumnas Parayasa Bogor, Perumnas Dramaga Bogor, Perumnas Pasadana Bandung dan Perumnas Campaka Purwakarta.

 

Dengan total unit bangun lebih dari 9.500 unit, keempat proyek tersebut akan rampung paling lama di tahun 2027 dan akan menerapkan sistem precast dalam pembangunannya.

 

Terlebih dengan dana talangan dari pemerintah sebesar Rp 650 miliar, akan menjadi amunisi tambahan Perumnas dalam menggenjot pembangunan sekitar 56 proyek yang tersebar di seluruh Indonesia. Di mana sekitar 48 proyek merupakan konsep kawasan rumah tapak.

 

“Pada perspektif pemasaran kami akan semakin gencar pada strategi bulk sales. Tidak hanya terbatas membidik pasar pada segmen BUMN dengan mengusung sinergi BUMN yang kerap didorong Kementerian BUMN, tetapi juga pada segmen lainnya seperti ASN, Polri dan institusi lainnya,” paparnya.

 

Tak hanya itu, Perumnas juga berusaha untuk melibatkan swasta dalam menggodok proyek bertajuk club-deal. Perusahaan menilai dengan terlibatnya swasta mampu mempercepat penyerapan produk Perumnas di pasar.

 

Kendati masih dilingkupi krisis pandemi Covid-19 yang berdampak luas bagi industri, terutama sektor properti, namun Perumnas masih optimis untuk memperbaiki diri di tahun ini.

 

“Kami yakin dengan pemberlakuan new normal yang sebentar lagi digalakkan pemerintah akan bertahap berdampak pada kondisi perekonomian yang semakin membaik dan berangsur menuju kondisi normal seperti sedia kala,” tutup Budi.

 

Sumber: Liputan6Antaranews

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU