Jumat, 1 Maret 2024

Petrokimia Gresik Hadir Sebagai Solusi Agroindustri di Pinrang

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | Kehadiran PT Petrokimia Gresik di Kabupaten Pinrang mendapat respon positif dari pemerintah daerah. Ini berkat produk pupuknya yang bisa mengatasi kelangkaan. Selain itu, Petrokimia juga memfasilitasi petani dengan menghadirkan mobil uji tanah dan upaya mendorong pengadaan kartu tani.

 

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid saat menerima kunjungan Vice President (VP) Penjualan Retail Wilayah II Petrokimia Gresik, Muhammad Ihwan F bersama rombongan di Ruang Jendela Lasinrang, area Kantor Bupati Pinrang, Selasa (29/9/2020).

 

Ihwan menyampaikan, tanggung jawab Petrokimia Gresik adalah menyediakan pupuk bersubsidi dan menyalurkannya ke petani sesuai penugasan pemerintah. Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid mengatakan, kehadiran Petrokimia sangat membantu peningkatan hasil pertanian melalui produk pupuk, terlebih lagi dengan hadirnya mobil uji tanah.

 

“Kehadiran Petrokimia sangat membantu peningkatan hasil pertanian masyarakat Pinrang. Ini juga akan meminimalisir kelangkaan pupuk di Kabupaten Pinrang,” kata Mantan Ketua DPRD Pinrang itu.

 

Lebih lanjut, ia mengungkap melalui kartu tani menjadi solusi pemerintah mengurangi kelangkaan pupuk yang biasa meresahkan petani. Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) Petrokimia Sulsel, Yoyok Fandi Amarta, mengatakan kehadiran Petrokimia di Bumi Lasinrang menjadi solusi agroindustri dengan mendukung program kementerian yakni kartu tani dan pengadaan mobil uji tanah.

 

“Ikhtiar menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah merupakan upaya membantu masyarakatkan produksi pertanian,” terang putra asal Surabaya itu.

 

Ke depannya, ungkap Yoyok, Pinrang semakin menegaskan diri sebagai daerah lumbung pangan di Sulawesi Selatan. Ia mengatakan, saat ini Petrokimia Gresik menyediakan pupuk subsidi seperti NPK, Ponska dan SP36.

 

“Secara alokasi pupuk NPK dan Ponska yang banyak yakni sekira 9 ribu ton untuk 2020. Penjualannya kini sudah mencapai 90 persen. Bila pupuk subsidi habis, maka petani bisa membeli pupuk retail jenis NPK Plus dan Petronitrat,” tutup Yoyok. 

 

Sumber: PijarnewsAntaranews

Foto: Istimewa

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU