Minggu, 21 April 2024

PT KAI Raih 2 Penghargaan, Jadi Salah Satu Merek Paling Bernilai di Indonesia

ads-custom-5

Bandung, BUMNInfo | PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berhasil masuk sebagai 100 merek paling bernilai Indonesia atau Indonesia’s Top 100 Most Valuable Brands 2020 yang dirilis oleh Brand Finance. Penganugerahan program dengan tema Challenges and Opportunities of Brand Building in The New Normal Era tersebut dilaksanakan secara virtual oleh Majalah SWA bekerja sama dengan Brand Finance Indonesia pada Selasa (30/6).

 

Tahun ini merupakan kali pertama KAI masuk ke dalam daftar tersebut dan berhasil menempati posisi ke-22 dengan brand valuation atau nilai merek sebesar USD 342 juta atau Rp 4,9 triliun (asumsi kurs Rp 14.390).

 

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo memberikan apresiasi kepada seluruh pegawai KAI atas masuknya Perseroan dalam jajaran 100 merek termahal Indonesia. Atas prestasi ini, ia mengatakan KAI akan semakin terpacu untuk meningkatkan peringkat ke depannya.

 

Didiek menuturkan, untuk menunjang kenaikan peringkat dalam daftar tersebut, KAI akan melakukan berbagai inovasi salah satunya integrasi antarmoda first mile dan last mile. Integrasi tersebut diyakini Perseroan akan semakin memudahkan penumpang karena moda transportasi menuju dan dari stasiun bisa dipesan melalui aplikasi KAI Access dan langsung terhubung dengan platform pembayarannya.

 

“Kami akan membangun integrasi tersebut dengan cara kolaboratif dan proaktif untuk mewujudkan layanan end to end. Hal ini sesuai dengan visi KAI yaitu menjadi solusi ekosistem transportasi terbaik untuk Indonesia,” imbuh Didiek dalam siaran pers.

 

Ia menjanjikan akan ada inovasi lainnya pada aplikasi KAI Access. Selain dapat memesan makanan, penumpang juga bisa memesan kebutuhan sehari-hari di atas kereta. Barang tersebut selanjutnya dapat diambil di stasiun tujuan, sehingga menghemat waktu dan energi.

 

“Kami tetap akan menjalankan bisnis sesuai Good Corporate Governance (GCG) dengan peran proaktif stakeholders management, penanganan people dan culture, menjaga pelayanan prima, serta menjaga kualitas kinerja keuangan KAI yang tumbuh secara sustainable dari waktu ke waktu,” jelasnya.

 

Chief Editor Swa Group Kemal Effendi Gani dalam sambutannya mengucapkan selamat dan bangga atas prestasi perusahaan yang masuk dalam daftar tersebut. Ia akan terus mendukung kinerja merek-merek produk dan perusahaan agar makin berkembang dengan kokoh dan makin bermanfaat bagi masyarakat.

 

Direktur Pengelola Brand Finance Asia Pasifik Samir Dixit juga menyampaikan, pemeringkatan ini berdasar pada hasil asesmen dengan mengacu pada data yang didapat sebelum pandemi Covid-19. Metodologi yang digunakan Brand Finance untuk menghitung valuasi merek, melibatkan aspek keuangan, yang dikategorikan sebagai aspek kuantitatif.

 

Brand Finance menghitung potensi pendapatan yang dapat dihasilkan dari sebuah brand. Brand Finance juga menggunakan pendekatan Royalty Relief untuk menilai brand dengan menghitung proyeksi pendapatan sebuah brand 3-5 tahun kedepan, tarif pajak, serta discount rate di pasar.

 

Tak hanya Perseroan, nakhoda KAI juga ikut dianugerahi penghargaan dalam ajang yang berbeda. Didiek berhasil meraih penghargaan Heroes of The Transportation Industry in The Pandemic Era Category Transportation dalam E-Awarding WartaEkonomi.co.id CEO & Corporate Award 2020, Jumat (19/6). Penghargaan tersebut diberikan atas perhatian yang besar terhadap penanganan pandemi Covid-19 di sektor transportasi.

 

“Penghargaan ini kami tujukan kepada seluruh pelanggan KAI yang sudah dengan tanggap bekerja sama mematuhi protokol pencegahan Covid-19. Kami juga mendedikasikan penghargaan ini kepada seluruh insan KAI yang telah bekerja dengan sepenuh hati menjadikan kereta api sebagai moda transportasi yang sehat,” ungkap Didiek.

Pada penyerahan penghargaan yang dilakukan secara virtual itu, Founder & Prescom Wartaekonomi.co.id Fadel Muhammad mengatakan pihaknya telah melakukan survei kepada CEO atau tokoh-tokoh perusahaan dan juga korporasi-korporasi yang telah memberikan perhatian yang sangat besar untuk penanganan pandemi ini.

 

Didiek mengatakan pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap bisnis KAI. Selama 2019, KAI mengangkut 429 juta penumpang. Namun saat ini jumlah penumpang yang dilayani terus mengalami penurunan hingga hanya tinggal 10%.

 

“Meski demikian, kami berkomitmen untuk tetap melindungi seluruh pelanggan dan pegawai KAI dari paparan Covid-19. Selama pengoperasian perjalanan kereta api, kami tetap menyesuaikan dengan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 dari awal keluarnya surat edaran tersebut,” tegasnya.

 

Atas komitmen itu, hal-hal yang bertujuan untuk memutus rantai Covid-19 terus dilakukan KAI. Langkah-langkah seperti physical distancing, penyediaan wastafel portabel dan hand sanitizer, fasilitas-fasilias yang rutin dibersihkan dengan cairan disinfektan, dan lainnya KAI lakukan dalam rangka menyelnggarakan transportasi kereta api yang sehat, nyaman, dan selamat sampai tujuan.

 

Didiek menyampaikan komitmen dan kontribusi KAI untuk penanganan Covid-19 juga dilakukan dengan keterlibatannya dalam pembentukan Satgas Covid-19 BUMN di seluruh provinsi. KAI menjadi koordinator Satgas Covid-19 BUMN di Sumatera Barat dan Jakarta Pusat.

 

Untuk menyongsong new normal, KAI juga telah mengeluarkan tiga panduan, untuk pelanggan, pegawai, dan seluruh stakeholders dalam rangka tetap menyelenggarakan transportasi sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tugas.

 

“Penghargaan ini memberikan motivasi yang lebih besar bagi kami untuk menjalankan angkutan massal berbasis rel bagi masyarakat Indonesia dengan selamat, aman, nyaman, dan sehat sampai tujuan,” tutup Didiek.

 

PT KAI kinerja 2019

Infografis: BUMNINFO/Naufal Anjani

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU