Rabu, 12 Juni 2024

Halau Berita Hoaks, Antara Optimis Jalankan Tugas di Tengah Pandemi Covid-19

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA optimistis masih mampu menjalankan tugas dan fungsinya sebagai penyalur informasi yang cepat, akurat, dan penting ke seluruh wilayah Indonesia dan dunia internasional. Terutama di tengah krisis dan ketidakpastian akibat pandemi Covid-19 ini.

 

Direktur Utama LKBN ANTARA Meidyatama Suryodiningrat meyakinkan masyarakat bahwa pihaknya masih akan bertahan tanpa mengorbankan apapun demi kepentingan informasi khalayak.

 

“Meskipun industri media juga ikut terdampak Covid-19, namun kami masih bisa survive dengan cukup baik tanpa mengurangi program-program distribusi informasi yang sangat dibutuhkan masyarakat,” kata Meidyatama dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) virtual Komisi VI DPR di Jakarta.

 

Sebagai bukti komitmen, sejak Januari 2020 ANTARA telah memproduksi konten yang terkait dengan corona atau Covid-19 lebih dari 33.500 berita. Angka tersebut belum termasuk berita foto, video infografis maupun foto cerita (photo story) lainnya.

 

“Jadi kalau dilihat sangat-sangat produktif. Kami berada di garis depan setiap hari, harus menjalankan fungsi kami,” tuturnya.

 

Wakil Ketua Komisi VI DPR, Aria Bima ikut menyampaikan bahwa ANTARA memiliki peran strategis dalam menangkal kabar bohong atau hoaks di tengah pandemi ini. Menurutnya, ANTARA diharapkan bisa menjadi pemimpin dalam menyampaikan informasi sebaik-baiknya.

 

“ANTARA sangat strategis, lembaga yang cukup mempunyai sejarah secara historis, ideologis, politis di negeri ini. Yang sangat kami inginkan terutama masyarakat, dengan berbagai informasi yang ada bahkan berita yang jelek atau kadang hoaks itu kadang justru menjadi good news, ini yang kami harapkan ANTARA sebagai leader di dalam keakuratan, kecepatan,” ujar Aria Bima saat memimpin RDP yang dihadiri ANTARA itu.

 

Ia menilai keakuratan dan kecepatan berita yang disajikan sangat menentukan arah berbagai pemikiran dari para pengambilan keputusan dari pusat sampai daerah. Makanya ia berharap, dengan kualitas dan data yang tervalidasi dari ANTARA, tingkat daerah maupun pusat akan mempunyai berbagai data yang realistis dan dapat dipercaya.

 

Skenario ANTARA di 2020

Dalam setahun ANTARA dapat memproduksi lebih dari 200.000 hard news, ditambah dengan foto maupun video untuk ditampilkan di siaran berita. Manajemen juga telah melakukan berbagai penyesuaian sehingga ANTARA tetap bisa menjalankan fungsi secara maksimal sampai akhir tahun tanpa kerugian.

 

Meskipun begitu, ia mengatakan, arus kas perusahaan yang baik pada akhirnya menjadi kunci penting dalam operasional perusahaan. Pandemi ini bisa saja memengaruhi kinerja pendapatan dan laba bersih ANTARA yang diprediksi menurun drastis.

 

“Kami telah laporkan ke Kementerian BUMN, pendapatan kami dan laba bersih itu pasti menurun sangat drastis, dari yang tadinya diperkirakan Rp18,1 miliar, skenario kami masih sangat yakin bahwa kami masih bisa laba dengan tingkat di Rp2,1 miliar di akhir tahun,” katanya.

 

Padahal, berdasarkan catatan manajemen, dalam beberapa tahun terakhir secara pendapatan ANTARA mengalami peningkatan yang sangat baik. Sejatinya, mereka menargetkan bahwa 2020 akan menjadi lebih baik dengan berbagai perubahan atau yang disebut oleh Meidyatama, ‘take-off’.

 

Selain turunnya pendapatan, Meidyatama memprediksi perlambatan ekonomi akan berlangsung hingga awal 2021.

 

“Menurut saya, mulai semester kedua 2021 baru mulai normal. Jangan lupa, ‘normal’ untuk perusahaan seperti ANTARA terkait bisnis dan pembayaran biasanya ada lag time 2-3 bulan,” paparnya.

 

Kendati demikian, pembiayaan Sumber Daya Manusia seperti Tunjangan Hari Raya (THR), jasa produksi, uang transportasi dan makan tidak mengalami gangguan bahkan terdapat peningkatan yang cukup baik. Menurutnya, hal ini adalah kondisi yang hebat di tengah ekonomi yang sedang sulit.

 

Atas perkiraan itu, Meidyatama telah menyiapkan sejumlah skenario bisnis. Salah satunya adalah segala kebijakan ANTARA saat ini akan berfokus pada survival atau bagaimana bertahan hidup. Ia juga menekankan bahwa saat ini ANTARA sudah harus menyiapkan landasan untuk 2021, mengingat krisis ini masih belum bisa dipastikan kapan akan berakhir.

 

Terkait kasus Covid-19 di tubuh perusahaan, Meidyatama menambahkan bahwa ANTARA memiliki tingkat keterjangkitan virus Corona yang rendah. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa ANTARA menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin.

 

“Dewas dan direksi bangga bahwa staf LKBN ANTARA bisa menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin, terbukti dengan terbatasnya jumlah yang terjangkit. Ke depannya kita harus lebih disiplin,” tandas Meidyatama.

 

Infografis-Antara

 

Sumber: ANTARA

Foto: dok. ANTARA

Infografis: BUMNINFO/Nashwan Ihsan

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU