Selasa, 16 Juli 2024

Proyek Food Estate, Wamen BUMN Tunjuk RNI Kelola Sawah Baru di Kalimantan Tengah

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | Pemerintah telah menunjuk PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI untuk mengerjakan proyek intensifikasi lahan rawa menjadi sawah baru di Kalimantan Tengah (Kalteng). Lahan yang ditargetkan akan menjadi lumbung pangan baru Indonesia tersebut akan dikerjakan seluas 30 ribu hektare (Ha) di tahap awal.

 

Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin menyebut, proyek food estate ini dikomandoi langsung oleh Kementerian Pertanian. Sementara Kementerian BUMN bersama RNI akan menjadi pemasok pupuk dan bibit.

 

“Jadi kita di sini yang mengerjakan RNI. Kita ikut di belakangnya Kementan yang mengkoordinasikan pupuk dan bibit. Sementara off taker atau penyerap hasil panen ada Bulog,” ungkap Budi.

 

Rencananya kawasan food estate akan disediakan dengan total luas lahan sebesar 164 ribu ha. Kendati begitu ia tak merinci akan menggunakan anggaran siapa. Ia mengatakan anggaran tahap awal adalah kuasa Kementan.

 

“Kita akan berikan support atau dukungan berdasarkan anggaran kementerian dan lembaga. Namun kita pun juga ada beberapa pilot project yang kita uji coba sendiri dengan anggaran kita,” jelasnya.

 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menambahkan, proyek intensifikasi lahan seluas 30 ribu ha itu akan dijalankan mulai bulan depan di dua kabupaten, yakni Kapuas dan Pulang Pisau. Menurutnya intensifikasi lahan itu yakni perbaikan pola budidaya tanaman dimulai dari sarana dan prasarana, bibit, pupuk, serta obat-obatan tanaman yang berkualitas. Tentunya itu semua disesuaikan dengan kultur alam setempat yang cocok dengan lahan rawa.

 

Adapun komoditas yang akan dibudidayakan di food estate itu yakni padi. Targetnya, hasil intensifikasi bisa menghasilkan produktivitas padi lebih dari 5 ton per ha. Sampai saat ini, area sawah di kawasan itu memiliki produktivitas rendah di bawah 5 ton per hektare.

 

“Mulai bulan depan kita sudah siap kerjakan. Di mana untuk kesiapan lahan dan mobilisasi alat-alat di sana kurang lebih tinggal ditambah sedikit untuk bisa maksimal,” tutur Syahrul.

 

Sumber: OkezoneDetik.com

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU