Rabu, 28 Februari 2024

Tembus Rekor 9 Juta Lot, BBJ dan KBI Optimistis di Tahun ke 2021

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI membidik kinerja yang lebih positif di 2021. Optimisme ini berangkat dari kinerja gemilang yang diraihnya pada tahun lalu. BBJ mencatat, hingga pertengahan Desember 2020, total transaksi tercatat sebesar 9.023.951,21 lot. Capaian volume transaksi tersebut telah memecahkan rekor transaksi tertinggi selama BBJ beroperasi 20 tahun. Total volume transaksi tersebut terdiri dari transaksi multilateral sebanyak 1.617.55 lot dan bilateral sebesar 7.406.396,21 lot. Sebelumnya, rekor transaksi tertinggi di BBJ terjadi di 2019 dengan volume transaksi sebesar 7,94 juta lot.

Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta Stephanus Paulus Lumintang mengatakan, pihaknya sangat optimistis industri perdagangan berjangka komoditi pada 2021 akan tumbuh lebih baik lagi dibandingkan 2020. 

“Selain mempertimbangkan faktor internal dan eksternal yang ada, BBJ senantiasa menyiapkan inovasi-inovasi produk berupa kontrak-kontrak baru yang akan memenuhi kebutuhan dan diminati pasar. Untuk tahun 2021, kami menargetkan volume transaksi bisa mencapai 10 juta lot,” ungkap Paulus.

Ia menjelaskan, ada beberapa faktor pendorong terjadinya rekor baru transaksi ini. Dari dalam negeri, adanya Covid-19 yang mengharuskan masyarakat melakukan kegiatan dari rumah, turut mendorong kenaikan transaksi didukung oleh berbagai perangkat dan sistem teknologi yng disiapkan BBJ untuk mendukung transaksi secara online. Selain itu, faktor global seperti pemilu di AS, harga minyak yang pernah menyentuh minus, harga emas yang bergerak naik dan turun cukup drastis, serta semakin meningkatnya pemahaman dan kepercayaan investor dalam negeri untuk berinvestasi di perdagangan berjangka turut menjadi stimulus atas naiknya transaksi itu.

Direktur Utama Kliring Berjangka Indonesia Fajar Wibhiyadi juga optimistis transaksi tahun ini di perdagangan berjangka komoditi akan bertumbuh baik. Terlebih, Indonesia sudah memasuki tahap vaksinasi masal untuk memerangi Covid-19.

“Itu tentunya akan memberikan angin segar bagi para pelaku bisnis untuk lebih lincah bergerak setelah di tahun 2020 agak menahan di tengah wabah Covid-19 yang ada. Tentunya itu akan memberikan pengaruh besar terhadap pergerakan ekonomi nasional,” jelas Fajar.

Perdagangan berjangka komoditi di 2021 direncanakan akan dimulai dengan pembukaan transaksi di Pasar Fisik Emas Digital. Kolaborasi BBJ dan KBI dalam menghadirkan Pasar Fisik Komoditas sebelumnya dilakukan di 2019 dengan adanya Pasar Fisik Timah Murni Batangan. BBJ juga telah diberikan izin oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sebagai Bursa untuk Pasar Fisik Emas Digital, sedangkan PT Kliring Berjangkan Indonesia (Persero) mendapatkan ijin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sebagai Lembaga Kliring serta Lembaga Depository. 

“Kami proyeksikan Pasar Fisik Emas Digital ke depan akan menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati masyarakat. Di tengah disrupsi teknologi yang ada saat ini, masyarakat membutuhkan sarana investasi yang mudah dijangkau dengan teknologi, namun tetap memberikan keamanan dalam investasi,” ungkap Fajar. 

Terkait Pasar Fisik Emas Digital, Paulus menekankan bahwa pihaknya akan terus mendorong minat masyarakat untuk investasi di perdagangan berjangka komoditi. Hadirnya Pasar Fisik Emas Digital, masyarakat dapat melakukan investasi emas dengan nilai yang lebih terjangkau. 

“BBJ telah menyiapkan dua skema, yaitu On Exchange dan Off Exchenge. Kami optimistis awal tahun 2021 transaksi pasar fisik emas digital ini sudah mulai berjalan. Dan ini tentunya akan meramaikan ekosistem investasi di perdagangan berjangka komoditi Indonesia,” pungkasnya. 

 

Sumber: Kontan, The Iconomics

Foto: Istimewa

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU