Selasa, 21 Mei 2024

Progres Pembangunan Pembangkit Listrik Terapung dari PT PAL Capai 44,61%

ads-custom-5

Surabaya, BUMNInfo | Proyek pembangunan Dual Fuel Barge Mounted Power Plant (BMPP) 60MW Kolaka 1 memasuki tahapan keel laying atau peletakan lunas di Grand Assembly, Divisi Kapal Niaga PT PAL Indonesia (Persero). Pelaksanaan peletakan lunas menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

 

Mengacu pada protokol kesehatan Covid-19, tidak ada kehadiran fisik kecuali pejabat yang diundang untuk hadir secara fisik, selain itu undangan disampaikan kepada pihak-pihak terkait termasuk media untuk mengikuti dan meliput kegiatan tersebut melalui streaming kanal Youtube dan Instagram PT PAL Indonesia (Persero).

 

Direktur Rekayasa Umum dan Harkan PT PAL Indonesia (Persero) Sutrisno dalam sambutannya menyampaikan hingga peletakan lunas ini progres pembangunan Dual Fuel BMPP 60MW Kolaka 1 telah mencapai 44,61 %.

 

“Pelaksanaan keel laying ini menjadi yang pertama di Indonesia di masa pandemi Covid-19 dengan protokol kesehatan yang ketat. Keel laying ini sangat penting karena sejak keel laying usia barge yang menjadi platform power plant dihitung,” jelas Sutrisno dalam keterangan tertulis.

 

Ia juga juga menyatakan bahwa PT PAL Indonesia (Persero) terus melakukan langkah-langkah strategis untuk memastikan proyek ini terus berjalan sesuai dengan jadwal.

 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui mitigasi dan langkah-langkah antisipatif terhadap potensi-potensi halangan dalam pengerjaan proyek. Keel laying Dual Fuel BMPP 60 MW Kolaka 1 ditandai dengan loading 3 block di Graving Dock Semarang – PT PAL Indonesia (Persero).

 

Sementara itu dalam sambutannya Direktur Pengembangan dan Niaga PT Indonesia Power Adi Supriono menyatakan apresiasi kepada PT PAL Indonesia (Persero) atas komitmennya untuk terus mengerjakan proyek Dual Fuel BMPP di tengah pandemi Covid-19.

 

Dual Fuel BMPP sangat vital dan menjadi bagian dalam Program Elektrifikasi Nasional Presiden Joko Widodo yang akan diproyeksikan di wilayah-wilayah terpencil atau remote area. Terlebih pada masa pandemi ini, Dual Fuel BMPP menjadi sangat strategis untuk memastikan kelancaran penanganan medis di wilayah terpencil. Pasokan listrik dari Dual Fuel BMPP akan memastikan berfungsinya alat-alat medis dan penunjang seperti ventilator dan kelistrikan di fasilitas-fasilitas kesehatan.

 

Dual Fuel BMPP 60MW memiliki panjang 72 meter, lebar 27,4 meter, tinggi 6,5 meter dan sarat setinggi 4,7 meter serta ditunjang dengan 6 x Dual Fuel Engine 20V34DF. Sementara Dual Fuel BMPP 30 MW memiliki memiliki panjang 54 meter, lebar 27,4 meter, tinggi 6,5 meter dan sarat setinggi 4,7 meter serta ditunjang dengan 3 x Dual Fuel Engine 20V34DF. Dual Fuel BMPP 60 MW Kolaka 1 ini merupakan salah satu dari tiga Dual Fuel BMPP 150 MW yang dipesan oleh PT Indonesia Power kepada PT PAL Indonesia (Persero).

 

Dual Fuel BMPP memiliki dimensi yang compact dan sarat barge rendah yang cocok untuk daerah terpencil, BMPP ini juga memiliki keunggulan fleksibilitas pengoperasian dengan bahan bakar yang berbeda, dapat dioperasikan dengan mode BBM atau diesel atau mode Gas tanpa perlu mematikan pembangkit dan tanpa kedip, memiliki Heat Rate dan Spesific Fuel Consumption (SFC) yang sangat efisien serta mampu dioperasikan secara terus-menerus tanpa docking repair selama 20 tahun, sehingga dapat memenuhi kebutuhan atau mengganti pembangkit terapung di beberapa wilayah Indonesia.

 

Sumber: AntaranewsRepublika

Foto: dok. Humas PT PAL

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU