Kamis, 6 Juni 2024

Bulog Berencana Bangun Gudang di Lumbung Pangan Kalimantan Tengah

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | Perum Bulog yang selama ini diberi penugasan sebagai off taker dengan menyerap hasil panen petani siap mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional melalui pembangunan proyek food estate oleh pemerintah seluas 165 ribu hektare di Kalimantan Tengah.

 

Untuk mendukung hal tersebut, Bulog kini telah bergegas melakukan pembebasan lahan guna membangun gudang penyimpanan beras. Selain gudang, rencananya Bulog juga akan membangun rice milling plant atau sarana penggilingan padi di sekitar lokasi tersebut.

 

Bulog telah mempersiapkan pembangunan tersebut di Kabupaten Pulang Pisau, di mana terdapat 48 ribu hektare lahan di daerah tersebut yang telah aktif memproduksi empat ton setara beras per hektare setiap tahunnya. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menargetkan pembangunan gudang dan rice milling ini segera selesai agar dapat digunakan pada bulan Oktober 2020 hingga Maret 2021.

 

“Dari 165 ribu hektare luas proyek food estate yang direncanakan, ada 48 ribu hektare sawah di Pulang Pisau yang sudah produksi. Artinya produksi akan banyak, belum daerah-daerah lain yang sekarang mulai tanam, artinya akan menjadi sumber swasembada pangan baru di Indonesia,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Selasa (21/5/2020).

 

Mantan Kepala BNN itu menambahkan, Bulog sudah sering dilibatkan dalam pengerjaan proyek hilirisasi pangan. Nantinya pembuatan gudang baru ini akan lebih difokuskan untuk penyimpanan pangan dalam bentuk gabah sehingga bisa lebih awet dan siap giling menggunakan fasilitas rice milling tersebut.

 

“Kami sangat mengapresiasi Pemerintah dalam mewujudkan lumbung pangan di Kalimantan Tengah. Nantinya Bulog sebagai bagian dari BUMN Klaster Pangan akan menggarap hilirisasi atau sebagai off taker,” tegasnya.

 

Potensi lahan food estate yang cukup luas ini memberikan harapan baru untuk swasembada pangan di Indonesia serta dapat menjadi jawaban atas peringatan dari lembaga pangan dunia FAO yang menyebutkan adanya potensi krisis pangan akibat kekeringan. Saat ini ada 1,4 juta ton beras yang dikelola oleh Bulog dan cukup untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

 

Sumber: KatadataTempo.co

Foto: Shutterstock

 

 

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU