Rabu, 12 Juni 2024

Ini Sejumlah Upaya BUMN dalam Menangani Kasus Covid-19

ads-custom-5
Di tengah penyebaran virus corona yang masih belum menentu, pemerintah Indonesia terus berusaha untuk menghalau penyebarannya agar tidak lebih masif. Sejumlah protokol dijalankan sesuai standar penanganan pandemi.
 
Kementerian BUMN ikut berinisiatif untuk menjadi garda terdepan dalam menangani wabah Covid-19 ini. Misalnya, per tanggal 15 Maret lalu, Menteri BUMN Erick Thohir menginstruksikan para pegawai BUMN untuk bekerja dari rumah saja.
 
Kemudian kebijakan itu diikuti oleh berbagai korporasi baik negeri maupun swasta di berbagai daerah. Hal ini diyakini mampu menekan tingkat penyebaran virus atau yang kini lebih dikenal dengan istilah social distancing.
 
Pastikan Stok 6 Juta Masker
Kementerian BUMN juga memastikan stok masker akan aman dengan memasok sekitar 6 juta lembar hingga April mendatang. Jutaan masker tersebut disiapkan oleh berbagai BUMN seperti PT Kimia Farma Tbk dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Bahan baku yang didapatkan berasal dari India dan Eropa. Jika sudah siap mandiri, bahan baku tak perlu diimpor lagi.
 
“Bahan bakunya masih ada. Makanya kemarin saya bilang kalau (bahan baku dari) China habis kita cari Eropa. Sekarang Eropa mulai kejadian seperti ini ya kita mesti cari di India. Ke depan masalah bahan baku ini kalau bisa buat sendiri kenapa tergantung negara lain,” ungkap Erick.
 
Direktur Utama Kimia Farma Verdi Budidarmo mengatakan, angka 6 juta itu merupakan pasokan minimal yang sudah terkonfirmasi produsen. Artinya, pasokan masih bisa bertambah banyak.
 
“Angka 6 juta itu minimal yang sudah konfirmasi dari produsen,” kata Verdi.
 
Dia menjelaskan, pada Februari lalu Kimia Farma telah menyalurkan 8,7 juta masker. Sementara, dari awal Maret hingga saat ini telah menyalurkan 1,7 juta masker. Dengan adanya tambahan 3 juta masker di akhir bulan Maret, maka pasokan yang siap untuk bulan ini saja 4,7 juta masker.
 
Meski begitu, dia berharap akan terus mendapat pasokan. Sehingga, pada bulan ini diharapkan pihaknya bisa menyalurkan jumlah masker yang sama atau bahkan lebih dari di bulan Februari.
 
“Kami harapkan minimal bisa sama dengan bulan Februari,” tambahnya.
 
Jadi Pengimpor Alat Rapid Test
Kementerian BUMN melalui PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) telah memesan 500 ribu alat rapid test corona dari China sejak 10 Maret lalu. Pemesanan dalam jumlah besar itu agar proses uji Covid-19 bisa berlangsung cepat, masif dan murah.
 
Menurut Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga, test kit yang dikirim dari China akan sampai di Indonesia secara bertahap, dimulai pada hari ini.
 
Rapid test sudah disetujui Kemenkes. Masuknya ke Indonesia bertahap, akan kita masukan tiap hari terus-terusan. Jumlah yang sudah masuk, detailnya saya tidak tahu,” ungkap Arya.
 
Tambah Arya, test kit yang sudah masuk itu, akan segera disalurkan sesegera mungkin oleh RNI ke berbagai rumah sakit rujukan Covid-19 yang sudah ditunjuk oleh pemerintah.
 
Arya menilai dengan metode rapid test harganya akan lebih terjangkau dibandingkan tes yang ada saat ini. Kendati begitu, dia belum mau merinci berapa biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk membeli alat ini.
 
“Enggak mahal. Ada deh, tunggu saja. Yang pasti lebih murah dari tes di RS,” ujarnya.
 
Sulap Hotel Patra Comfort Jadi RS
Menteri BUMN Erick Thohir menyiapkan Hotel Patra Comfort sebagai rumah sakit tempat penanganan orang dalam pemantauan (ODP) terkait virus corona. Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga menerangkan jumlah kapasitas tempat tidur di hotel tersebut sebanyak 52 unit.
 
“Jadi 52 tempat tidur itu untuk yang di hotel. Itu untuk ODP, jadi safe house lah,” jelas Arya.
 
Selain Hotel Patra Comfort, RS Pertamina Jaya juga akan menangani pasien namun yang telah terinfeksi virus corona. Arya mengungkapkan akan ada 10 dokter spesialis, delapan dokter umum, dan tiga perawat yang terlatih menangani pasien virus corona di rumah sakit dan hotel tersebut.
 
Pemerintah juga tengah berupaya untuk menambah kapasitas tempat tidur sehingga mampu menampung lebih banyak pasien yang terinfeksi virus corona.
 
“Sebanyak 90 tempat tidur kami tambahkan nantinya dengan bangunan khusus yang kami bangun. Ini dipersiapkan untuk pasien corona,” pungkas Arya.
 
Hotel Patra Comfort Jakarta dikelola oleh PT Patra Jasa, badan usaha di industri perhotelan. Badan usaha ini merupakan entitas dari BUMN PT Pertamina (Persero).
 
Kelola Wisma Atlet untuk Atasi Corona
Kementerian BUMN dan Kementerian Kesehatan akan mempergunakan Wisma Atlet Kemayoran sebagai rumah sakit khusus untuk menampung pasien maupun orang dalam pemantauan (ODP) virus corona atau Covid-19. Sebanyak 2 ribu kamar di dua tower akan “disulap” sebagai kamar isolasi.
 
Untuk mempersiapkan ini semua, Menteri BUMN Erick Thohir mengerahkan berbagai perusahaan BUMN. Perbaikan fasilitas akan dilakukan oleh BUMN karya, yakni PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), dan PT PP (Persero) Tbk. Pengadaan alat kesehatan juga akan melibatkan 25 BUMN.
 
Sementara untuk pengelolaan pelayanan akan dimandatkan kepada PT Hotel Indonesia Natour atau HIN. Alasannya, agar perusahaan yang telah berpengalaman mampu merapikan dan membersihkan kamar.
 
Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga menyebutkan, pada tahap pertama, sudah ada seribu kamar yang siap dioperasikan pada pekan depan. Mulai hari ini semuanya telah dipersiapkan agar fisik bangunan bisa digunakan sebagai rumah sakit.
 
“Ini lagi diperbaiki fisiknya jadi strukturnya dijadikan rumah sakit. Tidak banyak yang berubah. Tapi nanti ada beberapa lantai itu dijadikan isolasi, supaya virus tidak masuk. Itu yang mengerjakan oleh BUMN Karya,” pungkas Arya.
 
Nantinya operasional RS Corona di dua tower Wisma Atlet ini selain melibatkan berbagai BUMN juga Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun komandonya tetap berada di tangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
 
Keterlibatan para BUMN ini diharapkan mampu mempercepat kesiapan Wisma Atlet Kemayoran untuk segera melayani masyarakat yang terdampak virus SARS-CoV-2 ini.
 
Sumber: Detik.com, Kontan.co.id
Foto: KATADATA/Adi Maulana Ibrahim

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU