Jumat, 19 April 2024

Kolaborasi dengan Microsoft, Erick Thohir Ingin Bisnis Pertamina dan PLN Meningkat

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN dan PT Pertamina (Persero) menjalin kerja sama dengan Microsoft Corporation untuk percepatan transformasi digital di kedua BUMN itu. Penandatanganan perjanjian kerja sama itu juga disaksikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

 

Erick mengatakan kerja sama ini dilakukan sebagai bentuk realisasi salah satu dari lima prioritas kementerian yakni kepemimpinan teknologi. Ia berharap, kolaborasi ini dapat menciptakan warna baru bagi kedua perusahaan pelat merah di sektor energi itu, serta mendukung transparansi data berbasis teknologi.

 

“Saat ini kita memiliki 800 BUMN, termasuk anak usahanya. Kita bisa terdisrupsi atau tertinggal jika kita masih mengelolanya dalam cara tradisional. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk bekerja sama dengan Microsoft untuk mengembangkan dan mengoptimalisasi teknologi,” tutur Erick.

 

Adapun empat tujuan kerja sama ini yakni peningkatan kemampuan digitalisasi untuk BUMN, meingkatkan kesinambungan bisnis BUMN, BUMN sebagai innovation hub, dan BUMN sebagai tempat pemasaran global atau ekosistem mitra.

 

Erick menjelaskan bahwa optimalisasi ini termasuk penerapan teknologi canggih, seperti penggunaan kecerdasaan buatan atau artificial intelligence (AI), internet of things (IoT), dan komputasi tingkat tinggi atau high performance computing (HPC).

 

Microsoft juga akan memberikan program kurikulum berbasis teknologi, eksplorasi model pembelajaran untuk pengembangan SDM, dan modernisasi infrastruktur teknologi pendukung di kedua perusahaan pelat merah ini. Salah satunya pengembangan pusat data berbasis komputasi awan, aplikasi, dan pengelolaan data aset.

 

Untuk masing-masing Perseroan, bentuk kerja sama Microsoft dengan PLN adalah pengembangan ekosistem managemen pintar berupa smart metering, smart grid management, smart supply chain, big data analytic dan executive dashboard.

 

Pengembangan ini dinilai mampu membuat Perseroan bisa lebih efektif dan efisien dalam menggunakan biaya perusahaan.

 

“BOD juga punya data dashboard, sehingga mereka bisa pantau target dan KPI-nya, karena ini bagian transparansi, karena ke depan ktia harus lebih efisien, apalagi kita lihat corona virus hari ini, mau tidak mau konsolidasi harus terjadi, dan supaya kontribusi terhadap negara dan servis terhadap rakyat,” ungkap Erick.

 

Sementara dengan Pertamina, Microsoft akan bertukar pikiran dan pengalaman soal efisiensi biaya pengadaan dan procurement, sehingga Perseroan mampu menemukan sumur-sumur strategis. Selain itu, Microsoft juga membantu pengembangan program filantropi di mana fokus program ini ada pada keberlanjutan dan dampak perubahan iklim, layaknya proyek AI for Earth.

 

Erick berharap, dalam jangka panjang, kolaborasi ini akan berdampak pada peningkatan pendapatan, efisiensi biaya, dan transparansi pengelolaan data yang lebih efisien dari hulu hingga hilir.

 

“Saya harap hal ini bisa mendorong Pertamina dan PLN menjadi perusahaan yang lebih kuat dan kompetitif,” ujarnya.

 

Dia mengatakan bahwa kerja sama ini akan menjadi awalan dari transformasi teknologi di BUMN. Erick mendorong kerja sama atau transformasi serupa dapat diikuti oleh perusahaan BUMN di sektor industri lainnya.

 

Sumber: Bisnis.comOkezone.com

Foto: Kementerian BUMN

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU