Minggu, 21 April 2024

BUMN Siap Serap Produk Perikanan Masyarakat

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perikanan menanggapi usulan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo untuk menjamin penyerapan produk perikanan masyarakat. Mereka mendukung langkah tersebut, terutama di tengah pandemi corona atau Covid-19 ini.

 

Pada 5 April lalu, Edhy mengatakan, hingga kini nelayan maupun pembudidaya terus berproduksi,  namun ada kekhawatiran hasilnya tidak terserap.

 

“Mereka (nelayan atau pembudidaya) juga takut karena tidak ada jaminan harga imbas pandemi Covid-19. Jadi, kami harapkan adanya stimulus keuangan untuk membeli produk perikanan masyarakat. Apakah pemerintah yang membeli atau BUMN,” terangnya dalam siaran pers.

 

Menurut Edhy, usulan tersebut bisa jadi salah satu stimulus ekonomi untuk menjaga keberlangsung sektor perikanan di tengah pandemi yang belum tahu kapan berakhirnya ini.  Ia mengklaim, KKP sudah menyiapkan cold storage (gudang pendingin) yang dapat dipakai untuk menyimpan produk perikanan bila sewaktu-waktu pemerintah memutuskan membeli ikan dari nelayan maupun pembudidaya saat pandemi corona.

 

Edhy menilai optimalisasi penerapan Sistem Resi Gudang (SRG) ikan berfungsi sebagai penyangga harga hasil perikanan di tingkat nelayan dan pembudidaya. Ia berharap para pelaku usaha yang bergerak di bidang pemasaran bisa menyerap produksi nelayan dan pembudidaya.

 

“Kami memiliki lebih dari 100 ribu (ton kapasitas) cold storage yang masih idle. Seandainya ada bantuan keuangan dari pemerintah untuk membeli produk perikanan masyarakat, dapat ditempatkan di cold storage,” urai Edhy.

 

Usulan Didukung BUMN Perikanan

Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) menyambut usulan itu secara positif. Direktur Utama Perum Perindo Farida Mokodompit berujar, Perum Perindo sudah melakukan penyerapan produk perikanan dari nelayan yang memang menjadi core business dari perusahaan.

 

“Tugas Perum Perindo adalah menyerap hasil tangkapan nelayan di seluruh penjuru Indonesia,  yang kemudian ikan-ikan hasil serapan nelayan itu dilakukan trading baik secara online maupun konvensional untuk di konsumsi nasional maupun mancanegara,” tutur Farida.

 

Farida menyebut nelayan dan petambak merupakan stakeholder utama Perum Perindo. Ia menjelaskan Perum Perindo berkontribusi terhadap lebih dari 25 ribu nelayan, baik lewat pembelian hasil tangkap nelayan, budidaya petambak, pengoperasian kapal nelayan dan fasilitasnya serta bantuan kemitraan melalui program PKBL.

 

Ia juga menambahkan, Menteri BUMN Erick Thohir pun telah mengarahkan kepada para BUMN di sektor pangan untuk mampu menjamin pasokan komoditas pangan di tengah pandemi corona saat ini.

 

“Hal ini tentu juga dilakukan oleh Perum Perindo untuk selalu menjaga pasokan stok ikan kami yang tersebar di gudang es penyimpanan (cold storage) di seluruh Indonesia,” kata Farida.

 

PT Perikanan Nusantara (Persero) atau Perinus juga menyokong usulan itu dan bersedia untuk menyerap produk perikanan masyarakat. Direktur Utama Perinus Yana Aditya mengaku akan menjalankan keputusan yang ditetapkan pemerintah, terlebih dalam situasi seperti saat ini.

 

“Kami mendukung kebijakan pemerintah yang diambil,” ujar Yana.

 

 

Sumber: RepublikaTempo.co

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU