Rabu, 5 Juni 2024

Garuda Indonesia Angkut 40 Ton Bantuan Alat Kesehatan dari Tiongkok

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | Triawan Munaf, mantan kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang kini menjabat sebagai Komisaris Utama Garuda Indonesia menulis postingan di akun Instagram pribadinya bahwa bantuan alat kesehatan dari Tiongkok telah tiba di Indonesia.

Triawan menulis postingan itu Kamis 26 Maret 2020 malam, dan menyebut alat seberat 40 ton tersebut akan diserahterimakan hari ini.

40 Ton! Luar biasa! Pesawat Boeing 777 Garuda baru tinggal landas kira-kira satu jam yang lalu dari Beijing.

Malam ini akan tiba di tanah air. Besok pagi diserahterimakan,” tulisnya di Instagram @triawanmunaf.

Sebagai komisaris Garuda Indonesia, Triawan menulis bahwa sudah kewajibannya sebagai flag carrier atau (perusahaan transportasi negara) membantu negara.

Garuda siap membantu karena ini adalah kewajiban kami sebagai Flagcarrier anak bangsa,” tambahnya.

Dikutip dari Antara, diketahui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investigasi (Kemenko Marves) bekerja sama dengan Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) mengoordinasi sumbangan 40 ton alat kesehatan (Alkes) dari Tiongkok.

Bantuan Alkes itu terdiri atas test kit COVID-19, masker N95, masker bedah, hingga alat pelindung diri seperti baju, kacamata, sarung tangan, dan sebagainya.

Seluruh bantuan tersebut nantinya akan didistribusikan melalui Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB), kampus-kampus, dan lainnya.

Selain memberikan bantuan alat kesehatan, Kemenko Marves bersama APLSI juga mengoordinasikan pemberian bantuan alat laboratorium untuk memeriksa virus tersebut kepada enam fakultas kedokteran di Indonesia berupa alat PCR dan RNA extraction machine.

Alat-alat itu akan mampu memeriksa swab test yang dilakukan untuk tes COVID-19.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya menyatakan karena pandemi COVID-19 juga bencana global, maka berbagai bentuk dukungan dari negara mana pun, khusus untuk pengendalian dan penanganan wabah tersebut di Indonesia akan diterima.

Tentunya hal itu setelah melalui prosedur yang ditentukan, termasuk faktor keamanannya.

(Dalam situasi ini) kita ambil keputusan harus cepat dan tepat karena ini menyangkut hal yang sangat serius.

Tentunya ini akan melalui prosedur pemasukan bantuan, BNPB di bawah Komando Pak Doni Munardo sebagai koordinator untuk menyalurkan bantuan ini segera ke masyarakat,” kata dia.

Sumber : www.pikiran-rakyat.com

 

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU