Senin, 28 Agustus 2023

Pertamina Siapkan US$150 Juta untuk Akuisisi Blok Migas di Afrika

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT Pertamina (Persero) menyiapkan anggaran senilai US$150 juta untuk mengakuisisi blok minyak dan gas bumi pada 2020 yang kemungkinan mengarah pada wilayah kerja di Afrika.

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu mengatakan investasi anorganik hulu migas diarahkan untuk menambah aset blok migas. Dalam rapat kerja antara Pertamina dan Komisi VII DPR baru-baru ini, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati memaparkan rencana investasi hulu migas pada 2020.

Total anggaran investasi Pertamina 2020 senilai US$7,8 miliar. Sektor hulu migas mendapat jatah investasi senilai US$3,7 miliar. 

Khusus investasi organik atau peningkatan produksi migas, Pertamina menyiapkan US$3,57 miliar, sementara investasi anorganik atau pengembangan bisnis hulu senilai US$150 juta.

“Betul, [anggaran investasi anorganik] untuk akuisisi,” katanya lewat pesan singkat, Rabu (11/12/2019).

Kendati tidak menyebut secara rinci, Dharmawan mengatakan fokus akuisisi aset diarahkan pada blok migas yang mendekati produksi atau blok migas produksi.

Adapun Pertamina terakhir kali mengambil alih aset migas di negara lain pada 2017. Sejauh ini, perseroan telah mengakuisisi 64,46% saham perusahaan migas Perancis, Maurel&Promm. Dengan akuisisi ini, Pertamina memiliki aset migas yang tersebar di Gabon, Nigeria, Tanzania, Namibia, Kanada, Myanmar, Italia, Kolombia, dan beberapa negara lainnya.

Aset utama yang telah berproduksi, yakni di Gabon, Nigeria, dan Tanzania. Pertamina juga punya aset di Aljazair melalui kepemilikan saham di Blok Menzel Lejmet North (MLN), El Merk (EMK), dan Ourhoud (OHD).

Di Irak perseroan memegang saham di Lapangan West Qurna 1. Sementara di Malaysia, perseroan memegang kepemilikan saham di Blok K, Blok Kikeh, Blok SNP, Blok SK309, dan Blok SK311.

Sebelumnya, Dharmawan mempertimbangkan besaran cadangan, hak operatorship, serta kepemilikan hak partisipasi sebagai dasar keekonomian dan risiko. “Semua dipertimbangkan,” tuturnya.

Sumber : ekonomi.bisnis.com

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU