Kamis, 23 Mei 2024

Air Mancur Perumnas Muntok Jadi Alternatif Sumber Air Baku Warga dan Berkah Bagi Pedagang

ads-custom-5

Bangka, BUMNInfo | Air Mancur Perumnas Muntok, Bangka Barat menjadi salah satu sumber dan alternatif warga mencari sumber air bersih pada musim kemarau seperti saat ini.

Gemercik suara air begemuruh dari pepohonan dan akar kayu hutan di kawasan Perumnas Muntok. Air bersih tersebut mengalir dari hulu hingga ke hilir aliran Sungai Culong.

Sebuah bak berukuran kurang lebih 2×4 meter menjadi tempat penampungan air dari hulu air Mancur Perumnas. Sebagiannya lagi, mengalir ke sungai Culong.

 

Sayup sayup suara mesin pompa air tak berhenti mengiringi gemercik aliran air. Sumber Air Mancur Perumnas ini menjadi salah satu alternatif sumber air baku warga.

“Alhamdulillah walaupun kemarau air mancur Perumnas ini tidak kering mengalir terus. Makanya sampai saat ini masih jadi sumber air baku warga. Baik mencuci maupun mandi,” ujar Een dilokasi sumber air, Senin (9/9/2019)

 

Tak hanya digunakan sebagai sumber air bersih warga namun sumber Air Mancur Perumnas Muntok, Bangka Barat, ini juga menjadi berkah tersendiri bagi pedagang air.

Salah satunya Een warga Muntok, Kabupaten Bangka Barat. Senin (9/9/2019) siang, sejumlah pedagang Air lainnya, duduk dibawah pepohonan menunggu giliran pengisian.

Sementara Een, duduk berada diatas Tedmon, memantau aliran air yang disedot dari hilir aliran sumber Air Mancur Perumnas.

Sejumlah mobil truk dan Pikup, silih berganti menunggu giliran pengisian. Sesekali, sejumlah warga juga terlihat mengambil air menggunakan jeriken.

“Ngisi nya gantian dengan kawan kawan lain. Air ini kami jual ke warga sekitar Muntok yang membutuhkan. Kalau ada pesanan baru kami kesini,” ujar Een, Senin (9/9/2019)

 

Selain menjadi mata pencaharian sejumlah pedagang, sumber Air Mancur Perumnas Muntok, juga dipakai memenuhi kebutuhan sehari hari warga.

Alhasil pedagang dan masyarakat harus berbagi waktu. Een, satu dari sejumlah pedagang air menyebut, biasanya sumber Air Mancur ini ramai digunakan warga saat sore hari.

 

Mereka harus menunggu dan berbagi dengan warga yang sejak memasuki musim kemarau ramai ramai memanfaatkan Sumber Air Mancur Perumnas tersebut.

“Biasanya sore yang ramai warga mandi dan nyuci disini. Kami pun ngantri dan berbagi dengan warga yang juga membutuhkan sumber air pada musim kemarau seperti ini,” ujar Een.

 

Sumber: Bangkapos.com

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU