Senin, 15 Juli 2024

Penjualan Listrik Tahun PLN Naik 6.61%, Apa Strategi di Baliknya?

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | Pasca pemulihan dari masa pandemi, penjualan PT PLN (Persero) mulai menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Penjualan kumulatif PLN sampai dengan November 2022 mencapai 250,4 Terawatt Hour (TWh) atau tumbuh sebesar 6,61% secara year-on-year (yoy).

Menurut Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, kunci pendorong dari tumbuhnya pendapatan listrik di tahun ini adalah pemulihan ekonomi. Ia menjelaskan konsumsi listrik di sektor rumah tangga masih mendominasi, meski dari sisi industri dan bisnis sudah jauh lebih baik dibandingkan masa pandemi.

“Ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kami PLN tentu siap mendukung pertumbuhan ekonomi dengan pasokan listrik yang andal sehingga khususnya sektor Industri dan Bisnis bisa bersaing dan makin tumbuh,” ujar Darmawan pada Selasa (27/12/2022).

Sektor yang berkontribusi paling besar pada konsumsi listrik di 2022 adalah segmen rumah tangga sebesar 106,23 TWh (42,43%). Kemudian disusul segmen industri sebesar 81,17 TWh (32,42%), segmen bisnis sebesar 43,99 TWh (17,57%), segmen sosial sebesar 9,18 TWh (3,67%), dan segmen publik sebesar 7,82 TWh (3,13%).

“Perekonomian yang sudah membaik pada periode pasca pandemi ini berdampak langsung terhadap pertumbuhan penjualan energi listrik PLN, khususnya pada segmen industri dan bisnis,”tambah Darmawan.

Untuk segmen rumah tangga, industri, dan bisnis masing-masing tumbuh 0,55%, 10,55% dan 13,8% secara YoY. Di sisi lain, kegiatan belajar mengajar dan ibadah juga mulai dilakukan secara offline, sehingga penggunaan listrik pada segmen sosial ikut bertumbuh hingga 16,51%.

Selain itu, faktor pendorong peningkatan konsumsi listrik tersebut disebabkan oleh perubahan gaya hidup masyarakat, dari kecenderungan pada energi berbasis BBM beralih ke energi listrik. Di samping itu, PLN juga terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan penjualan energi listrik dengan menyokong kegiatan-kegiatan produktif masyarakat. Salah satu upaya PLN adalah melalui Program Electrifying Agriculture (EA) yang ditujukan pada sektor pertanian atau peternakan. Program ini didesain untuk mendorong penggunaan teknologi guna meningkatkan produktivitas petani atau peternak melalui pemanfaatan energi listrik.

“Total penjualan listrik dari EA mengalami pertumbuhan yang signifikan. Per November 2022, pertumbuhan penjualan listrik EA sebesar 4,67 TWh atau mengalami pertumbuhan penjualan sebesar 20,98% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu,”kata Darmawan.

Sedangkan untuk tahun 2023, PLN memproyeksikan penjualan tenaga listrik secara nasional akan mencapai 283,22 TWh atau bertumbuh sekitar 5,35%.

 

Sumber: cnbcindonesia.com 

Dok: republika.co.id

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU