Selasa, 27 Februari 2024

Anak Usaha Wijaya Karya (WIKA) Raih Kredit Sindikasi Rp6 Triliun

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | Anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. yaitu PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WSP) mendapatkan kredit sindikasi dan line fasilitas pembiayaan sindikasi senilai Rp6 triliun. Adapun, pinjaman sindikasi tersebut diberikan oleh Bank Mandiri, Bank Jateng, Bank Papua, Bank Sumut, Bank BJB, Bank Sulselbar, Bank Syariah Indonesia (BSI), Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Syariah, Bank Aceh, Bank Panin Dubai Syariah, dan Bank Sumut Syariah. 

Selain menjadi kreditur, Bank Mandiri dan BSI juga bertindak sebagai joint mandated lead arranger and bookrunner (JMLAB). Direktur Utama WSP Mulyana mengatakan kredit sindikasi dan line fasilitas pembiayaan sindikasi ini merupakan bentuk dukungan perbankan terhadap pembangunan Jalan Tol Serang – Panimbang. 

“Dana yang dihimpun akan digunakan untuk fase konstruksi sekaligus persiapan operasi jalan Tol Serang – Panimbang,” kata Mulyana dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (20/6/2021).

Adapun, jalan Tol Serang–Panimbang seksi I sepanjang 26,5 kilometer yang menghubungkan Serang – Rangkasbitung akan beroperasi pada 2021. Saat ini, kemajuan pembangunan ruas ini telah mencapai 97 persen. Sementara pengerjaan seksi 2 sepanjang 24,2 kilometer antara Rangkasbitung – Cileles sudah mulai dilaksanakan.

Sedangkan pengerjaan seksi 3 yang menghubungkan Cileles – Panimbang baru akan dimulai pada semester II/2021. PT WSP merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pemilik konsesi jalan tol Serang – Panimbang yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).  Pembangunan jalan tol ini bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan di wilayah Banten dan mendukung aksesibilitas dan konektivitas di wilayah tersebut.

Emiten kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. merupakan pemegang mayoritas saham PT WSP. Selain Wika, pemegang saham di PT WSP lainnya adalah PT PP (Persero) Tbk. dan PT Jababeka Infrastruktur. Sebelumnya, Direktur Utama Wijaya Karya Agung Budi Waskito sempat mengatakan porsi saham perseroan di beberapa BUJT berpotensi dilepas ke Indonesia Investment Authority (INA).

Beberapa di antaranya antara lain jalan tol Soreang-Pasir Koja yang saat ini sudah beroperasi dengan kepemilikan saham 30 persen, jalan tol Serang-Panimbang yang masih proses konstruksi dengan kepemilikan saham 83,4 persen. Selanjutnya jalan tol Semarang—Demak juga dalam proses konstruksi dan dua jalan tol lain di luar Pulau Jawa yang sudah beroperasi yaitu jalan tol Manado—Bitung (20 persen) dan tol Balikpapan—Samarinda (16,9 persen).

 

Foto: Trase jalan tol Serang-Panimbang. – Pemprov Banten

Sumber: market.bisnis.com

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU