Senin, 20 Mei 2024

Adhi Karya Kantongi Order Book Rp 36,7 Triliun

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT Adhi Karya (Persero) Tbk mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp 6,2 triliun hingga akhir September 2020 atau naik 32% dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya sebesar Rp 4,7 triliun. Nilai tersebut membuat total nilai kontrak yang ditangani atau order book perusahaan konstruksi milik negara tersebut menjadi sebesar Rp 36,7 triliun.

 

Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Parwanto Noegroho mengungkapkan, realisasi perolehan kontrak baru pada September didominasi oleh pembangunan gedung LIPI senilai Rp 284,7 miliar dan pembangunan gedung UPI di Bandung senilai Rp 203,6 miliar.

 

“Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru September, meliputi lini bisnis konstruksi dan energi sebesar 89%, properti sebesar 10% dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya,” ungkap Parwanto dalam keterangan tertulisnya.

 

Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek gedung sebesar 37%, mass rapid transit (MRT) sebesar 23%, jalan dan jembatan sebesar 20%, serta proyek Infrastruktur lainnya seperti pembuatan bendungan, bandara, dan proyek-proyek engineering procurement construction (EPC) sebesar 20%. Berdasarkan segmentasi kepemilikan, realisasi kontrak baru dari pemerintah sebesar 74%, BUMN sebesar 20%, sementara swasta dan lainnya sebesar 6%.

 

Adapun September lalu, Adhi Karya telah menerima realisasi pembayaran keenam untuk pekerjaan proyek light rail transit (LRT) Jabodebek Fase I senilai Rp 1,8 triliun dari Pemerintah melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero). Pembayaran ini dilakukan berdasarkan progres pekerjaan dari bulan Oktober 2019 sampai dengan Desember 2019. Secara keseluruhan, emiten berkode saham ADHI itu telah menerima pembayaran atas pembangunan prasarana LRT Jabodebek senilai Rp10,8 triliun. Nilai tersebut di di luar pajak.

 

Pada awal September, ADHI juga menjadi bagian dari PT Jogjasolo Marga Makmur (PT JMM). PT JMM adalah badan usaha pengatur jalan tol yang dibentuk berdasarkan hasil konsorsium dari empat perusahaan yaitu ADHI, PT Daya Mulia Turangga, PT GAMA Group, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Perusahaan ini dibentuk sebagai upaya kerja sama dalam Pekerjaan Proyek Pembangunan Tol Ruas SoloYogyakarta-NYIA Kulon Progo. Nantinya, PT JMM bertugas membangun dan mengelola proyek pembangunan Tol Ruas Solo Yogyakarta-NYIA Kulon Progo yang pembangunan ruas tol ini juga termasuk dalam Proyek Strategis Nasional.

 

Sumber: Investor DailyKontan.co.id

Foto: Istimewa

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU