Selasa, 16 Juli 2024

Telkom Tempati Peringkat 5 Perusahaan Telko Terkuat di Dunia

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom kembali meraih prestasi gemilang di kancah internasional. Pasalnya, Telkom mendapat peringkat ke-5 dalam daftar 20 perusahaan telekomunikasi terkuat dunia di 2020. Peringkat tersebut berdasarkan riset yang dilakukan Brand Finance, lembaga riset independent sekaligus konsultan bisnis brand terkemuka di dunia.

 

Selain mengukur nilai secara keseluruhan, Brand Finance juga mengevaluasi kekuatan suatu merek berdasarkan faktor-faktor seperti total investasi, pemasaran, pamor, loyalitas, kepuasan pelanggan dan pegawai, serta reputasi perusahaan. Bersamaan dengan perkiraan pendapatan, menurut Brand Finance, kekuatan perusahaan juga berkontribusi sebagai pendongkrak bernilainya suatu merek.

 

Dalam pemeringkatan ini, Telkom mendapat posisi ke-5, naik 3 peringkat dari 2019 yang hanya menempati posisi ke-8. Peringkat ini didapat karena pertumbuhan indeks kekuatan merek atau Brand Strength Index sebesar 87,5, naik 2 persen dari tahun sebelumnya. Perseroan juga berhasil mempertahankan Brand Rating Triple A (AAA) selama bertahun-tahun.

 

Hanya ada 6 perusahaan asal Asia Tenggara yang bertengger dalam daftar 20 perusahaan telko terkuat dunia ini. Telkom hanya kalah dari merek telko asal Thailand, AIS, yang menempati posisi pertama. Sementara, Telkom mengalahkan merek telko terkemuka di Singapura, yakni Singtel, dan tiga telko Malaysia, yaitu Digi, Maxis, dan Celcom.

 

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, Telkom tengah bertranformasi dan memperkuat posisi sebagai perusahaan telekomunikasi digital. Hal tersebut diharapkan menjadi kekuatan bagi Telkom ke depan sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik demi meningkatkan kepercayaan dan kesetiaan pelanggan serta stakeholders lainnya.

 

“Telkom terus memperkuat kapabilitas bisnis digital melalui pertumbuhan pendapatan bisnis digital yang menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan serta didukung oleh investasi pada infrastruktur broadband yang berkelanjutan. Hal ini juga merupakan upaya Telkom untuk membangun dan meningkatkan merek perusahaan secara kontinyu. Telkom senantiasa melakukan inovasi untuk meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap produk dan layanan yang diberikan,” kata Ririek.

 

Ririek menambahkan, pencapaian ini menjadi kalibrasi bagi Telkom dan memastikan bahwa kami sudah berada di jalur yang tepat.

 

“Tentunya apresiasi Most Valuable Brand ini menjadikan Telkom semakin percaya diri dalam meningkatkan kualitas dan nilai brandnya demi memantapkan posisi Telkom sebagai operator kelas dunia,” tutur Ririek.

 

Selain itu, Telkom juga ikut tercatat dalam daftar 50 perusahaan telko paling bernilai di dunia pada 2020 ini. Perseroan menempati peringkat ke-33 dengan nilai merek sebesar 4,762 milyar dolar Amerika atau setara dengan Rp 78,7 triliun. Peringkat itu naik 3 tingkat dari tahun sebelumnya dengan pertumbuhan sebesar 3,2 persen.

 

Prestasi di Kandang Sendiri

Di dalam negeri, Telkom meraih penghargaan sebagai Industry Leader dalam ajang BUMN Performance Excellence Award (BPEA) yang diselenggarakan Forum Ekselen BUMN (FEB) di Jakarta pada awal Maret lalu.

 

Predikat ini diraih Telkom karena pencapaian tingkat kinerja ekselen (Excellence Level) perusahaan yang mengacu pada Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) yang telah ditetapkan oleh Kementerian BUMN sejak 2012. Untuk itu FEB memberikan apresiasi kepada BUMN, salah satunya Telkom, yang memiliki kinerja ekselen dan berdaya saing melalui intergrasi berbagai sistem manajemen.

 

Direktur Strategic Portfolio Telkom Achmad Sugiarto menyampaikan rasa terima kasih sekaligus menegaskan komitmen Perseroan untuk meningkatkan kompetensi sebagai perusahaan telko digital yang berkontibusi aktif untuk kemajuan Indonesia.

 

“Penghargaan ini merupakan wujud kalibrasi yang sangat penting bagi Telkom yang tak henti berinovasi dan tengah bertransformasi menjadi perusahaan telekomunikasi digital guna mempertahankan keberlangsungan perusahaan dengan terus memperkuat dan meningkatkan bisnis digitalnya,” kata Achmad.

 

Lebih lanjut Achmad Sugiarto menjelaskan bahwa Telkom telah melakukan berbagai inisiatif untuk mempercepat pertumbuhan bisnis digital, sejalan dengan perluasan infrastruktur jaringan backbone digital dan jaringan akses digital di seluruh Indonesia.

 

“Telkom terus memperkuat bisnis digital yang meliputi konektivitas, pengembangan platform digital dan penyediaan layanan digital. Hal ini tentunya diharapkan dapat terus meningkatkan daya saing dan kinerja ekselen Telkom ke depannya,” ungkap Achmad Sugiarto.

 

infobisnis_perusahaan_telekomunikasi_2

 

Sumber: Brand Finance, Telkom IndonesiaDetik.com

Foto: Shutterstock

Infografis: BUMNInfo/Naufal Anjani

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU