Kamis, 23 Mei 2024

PTDI dan Indofarma Garap Ventilator untuk Percepat Lawan Pandemi Corona

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | Sejumlah BUMN manufaktur bahu-membahu memproduksi berbagai prototipe alat bantu pernapasan atau ventilator untuk membantu penanganan pasien virus corona atau Covid-19. Salah satu BUMN yang saat ini fokus membuat ventilator ialah PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

 

Direktur Utama PTDI Elfien Goentoro mengatakan, Perseroan berencana untuk memproduksi massal ventilator mereka yang saat ini tengah diuji oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sementara saat ini ada empat ventilator lain yang tengah diuji juga.

 

“Kami diminta Kementerian Pertahanan dan Kementerian BUMN untuk bergabung dalam tim ventilator Covid-19 untuk memproduksi prototype untuk penggunaan komersil. Setelah prototype tersebut lulus uji di Kementerian Kesehatan, kami siap untuk mengubah jalur produksi kami untuk membuat banyak ventilator,” ungkap Elfien.

 

Perusahaan pelat merah lain juga ikut andil dalam membuat ventilator, yakni PT Pindad, PT LEN, dan PT Indofarma Tbk. Kini, tiga ventilator hasil rakitan Pindad telah digunakan di Rumah Sakit Pindad di Bandung.

Direktur Utama Pindad Abraham Mose menuturkan, banyak permintaan pesanan yang masuk, baik dari instansi pemerintah maupun swasta. Namun, ventilator buatan Pindad ini belum diproduksi secara massal.

 

Saat ini ventilator buatan Pindad tengah menjalankan uji sertifikasi kelayakan di Balai Pengawasan Peralatan Kesehatan (BPPK). Hasil uji sertifikasi BPPK ini baru akan diketahui minggu depan. Setelah itu, ventilator buatan Pindad akan masuk tahapan uji operasi dan uji klinis.

 

“Kurang lebih (total) waktunya dua mingguan. Soalnya ini harus cepat karena sangat dibutuhkan,” kata Abraham.

 

Jika ventilator tersebut lolos sertifikat uji kelayakan dan operasional, Pindad akan bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan juga BUMN lainnya, untuk memproduksinya secara massal.

 

Sementara, perusahaan manufaktur obat PT Indofarma mengembangkan ventilator versinya untuk penanganan pasien yang sudah dalam kondisi sangat kritis.

 

“Kami harap kami bisa menyelesaikan pembuatan prototype ini di pekan ketiga atau keempat bulan ini,” harap Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto.

 

Berdasarkan catatan Kemenkes di akhir Maret lalu, saat ini Indonesia hanya memiliki 8.936 ventilator yang tersebar di 1.827 rumah sakit (RS) di seluruh Indonesia. Sementara angka kasus Covid-19 terus menanjak dan memiliki tingkat kematian tertinggi di Asia Tenggara. Untuk itu BUMN dan berbagai institusi lain bergerak untuk melengkapi kebutuhan penanganan dari pandemi ini.

 

Sumber: The Jakarta PostMedcom ID

Foto: LIPUTAN6

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU